Prima Bali

logo prima bali

Museum Bali Puputan, Wisata Edukasi di Bali

Museum Bali Puputan, Wisata Edukasi di Bali

Museum Bali Puputan
Foto: Museum Bali Puputan (maps.google.com))

Bali memang identik dengan destinasi wisata bentang alamnya yang ikonik. Namun, bagi sebagian orang, mungkin ada kalanya merasa jenuh dengan aktivitas outdoor.

Untungnya, di pulau ini menawarkan berbagai alternatif destinasi wisata indoor yang tentunya tak kalah menarik, seperti mengunjungi museum, art gallery, wisata kuliner, dan masih banyak opsi pilihan lain yang dapat dipilih sesuai dengan yang kamu minati.

Berbicara mengenai aktivitas indoor, tentunya mengunjungi museum menjadi opsi menarik yang bisa dipilih wisatawan yang ingin melakukan wisata edukasi. Dari banyaknya museum yang tersebar di Pulau Bali, Museum Bali Puputan bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata edukasi menarik yang bisa kamu kunjungi.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Museum Bali Puputan adalah tempat yang digunakan untuk merawat peninggalan masa lalu dan aspek etnografi.

Koleksinya mencakup berbagai jenis barang, seperti peralatan sehari-hari, karya seni, benda-benda keagamaan, tulisan berbahasa, dan item lain yang mencerminkan kehidupan serta evolusi budaya Bali pada masa lalu.

Sejarah Museum Bali Puputan

Museum Bali Puputan
Foto: Museum Bali Puputan (maps.google.com/museumpuputan)

Museum Bali didirikan berdasarkan konsep yang diusulkan oleh arsitek WFJ Kroon antara tahun 1909-1913. Pada saat itu, selain berperan sebagai seorang arsitek, Kroon juga menjabat sebagai Asisten Residen Bali Selatan di Denpasar.

Konsep awal ini diwujudkan dalam proyek pembangunan Gedung Arca, yang melibatkan kerja sama dengan beberapa arsitek lokal, yaitu I Gusti Gede Ketut Kandel dari Banjar Abasan dan I Gusti Ketut Rai dari Banjar Belong, juga kolaborasi dengan arsitek asal Jerman, Curt Gundler.

Pada tahun 1930, Kepala Dinas Purbakala saat itu, yaitu WF Stutterheim, mengusulkan untuk melengkapi bangunan tersebut dengan beragam koleksi artefak etnografi.

Sebagai hasil dari usul ini, bangunan tersebut bertransformasi menjadi sebuah museum. Pengelolaan museum dilakukan oleh sebuah yayasan yang terdiri dari seorang ketua dan beberapa anggota, termasuk I Gusti Ngurah Alit yang merupakan raja Badung.

Kemudian, pada tahun 2000, Pemerintah Provinsi Bali mengambil alih pengelolaan Museum Bali setelah sebelumnya diresmikan pada tanggal 8 Desember 1932. Museum ini memiliki beberapa bangunan yang digunakan untuk pameran koleksi benda-benda bersejarah secara permanen.

Lokasi Museum Bali Puputan

Museum Bali terletak di Jalan Mayor Wisnu No. 1, Dangin Puri, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Tempatnya berada di pusat kota Denpasar dan dapat dengan mudah diakses dari berbagai arah. Jarak antara Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Museum Bali sekitar 14 kilometer.

Jika lalu lintas berjalan lancar, kamu bisa mencapainya dalam estimasi waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan mobil. Lalu, jika kamu berangkat dari Uluwatu Temple, diperkirakan akan memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Jika kamu berangkat dari Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, perjalanan akan menghabiskan waktu sekitar 55 menit. Sementara itu, jika kamu memulai perjalanan dari Pantai Kuta, maka kamu akan tiba dalam waktu sekitar 45 menit.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Museum Bali Puputan beroperasi pada hari Senin – Minggu pada pukul 07.30 – 15.30 WITA. Namun, disarankan untuk tidak mengunjunginya di pagi hari kisaran pukul 08.00 WITA karena biasanya museum ini akan ramai pengunjung.

Untuk tiket masuk, pengunjung lokal akan dikenakan biaya sebesar Rp25.000 untuk kategori dewasa dan Rp10.000 untuk kategori anak-anak. Sedangkan untuk pengunjung asing akan dikenakan biaya sebesar Rp50.000 untuk kategori dewasa dan Rp25.000 untuk kategori anak-anak.

Museum ini menawarkan jasa tempat foto pre-wedding, tentunya dengan harga yang berbeda dengan biaya masuk saat kamu hanya berkunjung. Untuk melakukan sesi foto pre-wedding di museum ini, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp500.000

*Perlu dicatat bahwa harga yang terlampir di atas sewaktu-waktu dapat berubah.

Fakta Lain Museum Bali Puputan

Setelah mengetahui deskripsi mengenai Museum Bali Puputan, ternyata museum ini memiliki fakta-fakta lainnya. Berikut fakta-fakta lainnya dari Museum Bali Puputan, yaitu:

  1. Museum Bali adalah institusi museum tertua di Bali yang erat kaitannya dengan industri pariwisata budaya. Museum ini mengandalkan kekayaan budaya sebagai daya tarik utamanya dengan beragam koleksi yang menarik, termasuk barang-barang kerajinan, informasi mengenai adat istiadat, sejarah daerah di Bali, arsitektur Bali, dan seni Bali.
  2. Kompleks museum ini memiliki ukuran yang cukup besar karena terdiri dari empat bangunan pameran. Bangunan-bangunan tersebut dikenal dengan nama Gedung Tabanan, Gedung Buleleng, Gedung Karangasem, dan Gedung Timur. Setiap bangunan ini berfungsi untuk menyimpan koleksi museum yang telah terorganisasi dalam kategori-kategori tertentu.
  3. Museum Bali memiliki arsitektur tradisional Bali yang menakjubkan dan penuh pesona. Area sekitarnya juga terjaga dengan baik dan bersih. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika museum ini banyak dipilih sebagai latar belakang untuk sesi foto prewedding.
  4. Museum Bali terletak di pusat kota Denpasar, sehingga pengunjung yang datang ke sana juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata lain yang terletak di sekitar kawasan tersebut. Beberapa dari tempat-tempat tersebut mencakup Pura Agung Jagatnatha, Lapangan Puputan Badung, dan kawasan Renon yang merupakan pusat administrasi pemerintahan Denpasar.

Itulah Informasi seputar Museum Bali Puputan. Untuk kamu yang ingin memiliki pengalaman wisata edukasi di Pulau Bali, Museum Bali Puputan bisa dijadikan alternatif pilihan terbaik untuk kamu kunjungi.

Tertarik untuk mengunjungi museum yang kaya koleksi peninggalan masa lalu dan aspek etnografi ini? Segera hubungi Prima Bali Tour Services untuk mendapat insight dan informasi lebih banyak.