Prima Bali

logo prima bali

Tanjung Benoa: Lokasi Watersport yang Menyenangkan

Tanjung Benoa: Lokasi Watersport yang Menyenangkan

Bali, atau sering disebut sebagai ‘Pulau Dewata’, adalah salah satu pulau yang menyediakan berbagai destinasi wisata yang tak pernah kehilangan pesonanya. Salah satu tempat yang paling populer bagi para pecinta watersport (olahraga air) adalah Tanjung Benoa. Terletak di sebelah tenggara Bali, Tanjung Benoa watersports sendiri sebagai surganya para petualang air yang ingin merasakan sensasi menarik di atas maupun di dalam laut. Hal itu karena banyak aktivitas seru yang bisa dinikmati oleh setiap pengunjung yang datang ke tempat ini, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca juga 5 Rekomendasi Atv Ride di Bali Wajib dicoba

Tanjung Benoa merupakan salah satu tempat yang tidak boleh kita lewatkan jika  ingin berlibur ke Pulau Bali. Wahana permainan air yang disajikan pada destinasi ini akan memberikan sensasi liburan yang asik dan menyenangkan. Berikut rekomendasi watersports yang dapat kita coba saat berkunjung di Tanjung Benoa, Bali.

1. Banana Boat

Foto: Banana Boat Bali (traveloka.com)

Bagi teman-teman yang menyukai aktivitas seru beramai-ramai, bermain menggunakan Banana Boat bisa menjadi salah satu pilihan untuk dicoba. Dengan menaiki sebuah boat berbentuk memanjang seperti pisang, kamu akan meluncur dengan kecepatan tinggi karena ada speed boat yang menariknya.

Tidak perlu takut tenggelam, karena setiap peserta sudah menggunakan baju pelampung sebelum melakukan aktivitas. Rata-rata banana boat bisa menampung sampai 7 orang peserta dengan 1 pemandu. Wahana ini dapat kamu nikmati dengan merogoh kocek sekitar Rp 60.000,00 – Rp 80.000,00 per orangnya.

2. Parasailing

Ingin menikmati sensasi terbang di atas laut? Kali ini teman-teman bisa mencoba aktivitas wisata Tanjung Benoa Bali di ketinggian menggunakan parasut khusus. Setelah terikat dengan aman pada parasut, sebuah speed boat akan menarik kita dari pinggir pantai ke tengah hingga kita akan melayang di ketinggian.

Kita bisa merasakan sensasi suasana melayang tinggi di udara dan juga melihat pemandangan aktivitas yang sedang terjadi di bawah. Tidak ada persyaratan khusus untuk menikmati permainan ini, tapi yang pastinya setiap yang ingin mengikuti wajib memiliki keberanian untuk berada di ketinggian. Parasailing single dan tandem dibanderol dengan kisaran Rp 90.000,00 – Rp 290.000,00 sesuai dengan aktivitas parasailing yang kita pilih.

3. Flyboard

Foto: Parasailing (bravaradio.com)

Flyboard merupakan watersport yang masih terbilang baru di Tanjung Benoa, karena lokasi ini berada di dekat Nusa Dua, sehingga peminatnya terus bertambah. Dengan mengandalkan kekuatan air bertekanan tinggi, kamu bisa melayang-layang di udara hingga mencapai ketinggian 10 meter.

Kita tidak perlu khawatir tidak bisa mempelajarinya, karena walaupun terlihat sulit, ternyata permainan ini mudah untuk kita pelajari. Umumnya orang yang baru melakukannya bisa mempelajari teknik dasar dalam waktu 5 menit saja.

Teman-teman dapat menikmati wahana ini dengan kisaran harga Rp 450.000,00 – Rp 546.000,00.

4. Jet Ski

Foto: Jetski (id.pinterest.com)

Salah satu watersport yang menjadi favorit bagi pengunjung yang menyukai melaju dengan kecepatan tinggi di atas permukaan air laut adalah jet ski. Dengan menggunakan alat ini, kita hanya perlu menarik gas untuk bisa meluncur di atas air. Semakin dalam kita menarik gasnya, maka semakin kencang kendaraan akan meluncur. Seperti biasa, hampir semua kegiatan yang terlaksana di air wajib menggunakan baju pelampung untuk menjamin keselamatan peserta, kita juga perlu menggunakan pelampung saat bermain jet ski.

Teman-teman dapat bermain jet ski dengan harga berkisar Rp 150.000,00 – Rp 195.000,00, tergantung menggunakan jasa infrastruktur atau tidak.

5. Scuba Diving

Foto: Scuba Diving (id.pinterest.com)

Jika teman-teman merasa tidak puas menikmati keindahan kehidupan bawah laut dari permukaan saja, mengapa tidak mencoba scuba diving? Untuk melakukan aktivitas ini kita membutuhkan peralatan yang lebih canggih, seperti baju selam, masker, tabung udara, Buoyancy Compensation Device (BCD), weight belt dan kaki katak.

Dengan peralatan yang lebih canggih, sudah pasti pengalaman yang kamu rasakan akan lebih seru! Kamu bisa melihat kehidupan bawah laut yang lebih beragam, karena kamu bisa masuk ke bagian yang lebih dalam.

Scuba Diving dapat kamu nikmati dengan kisaran harga Rp 300.000,00 – Rp 333.500,00.

Beberapa kisaran harga yang telah diuraikan sebelumnya merupakan harga pemesanan yang dilakukan secara online. Apabila pemesanan dilakukan di tempat maka kisaran harga dapat menjadi dua kali lipat dari harga tersebut. Biasanya harga untuk wisatawan asing dan lokal juga akan berbeda.

Terima kasih telah bersama kami dalam menjelajahi wisata watersport ini melalui 5 rekomendasi watersports di Tanjung Benoa, Bali. Semoga artikel ini dapat menjadi panduan yang inspiratif bagi perjalanan wisata kamu berikutnya di Bali !

Mengulik Aksara Bali Jawa sebagai Warisan Budaya

Mengulik Aksara Bali dan Jawa sebagai Warisan Budaya

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya dan bahasa. Salah satu kekayaan budaya yang menjadi ciri khas adalah penggunaan aksara tradisional, seperti aksara Bali dan aksara Jawa. Dua sistem penulisan ini memiliki sejarah panjang dan memegang peranan penting dalam melestarikan identitas budaya masyarakat Bali dan Jawa. 

Melalui artikel ini, Prima Bali akan merangkum informasi seputar aksara Bali dan aksara Jawa serta bagaimana kedua sistem penulisan ini memainkan peran penting dalam membentuk sejarah dan kebudayaan Nusantara.

Aksara Bali

Foto: Aksara Bali (kompas.com)

Aksara Bali, juga dikenal sebagai aksara Hanacaraka, memiliki sejarah panjang yang mencerminkan pengaruh dari aksara di India. Penggunaan aksara Bali di Provinsi Bali telah diwajibkan untuk digunakan di kantor pemerintahan dan swasta di Provinsi Bali sejak Oktober 2018, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Aksara ini awalnya dibawa ke Nusantara oleh orang India yang menganut agama Hindu melalui perluasan koloni, perdagangan, agama, dan kebudayaan. Seiring berjalannya waktu, aksara ini mengalami transformasi menjadi aksara Kawi, yang kemudian berkembang menjadi aksara Bali dan aksara Jawa.

Dalam kehidupan sehari-hari, aksara Bali digunakan untuk menulis bahasa Bali dan rerajahan terkait upacara keagamaan dan kekuatan magis. Fungsinya dibagi menjadi aksara Biasa dan aksara Suci, yang pertama digunakan dalam aktivitas sehari-hari, sementara yang terakhir digunakan untuk keagamaan. Jenis aksara termasuk Aksara Wreastra, Aksara Swalelita, Aksara Wijaksara, dan Aksara Modre, masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Upaya pelestarian aksara Bali melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga budaya, dan masyarakat, untuk memastikan keberlanjutan dan relevansinya di era modern.

Aksara Jawa

Foto: Aksara Jawa (bisnis.com)

Aksara Jawa, atau Carakan, digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan dikenal sebagai Hanacaraka. Merupakan warisan budaya masyarakat Jawa, aksara Jawa kini menjadi muatan lokal Bahasa Daerah di beberapa provinsi di Jawa. Sejarahnya menunjukkan pengaruh dari aksara Brahmi di India, yang berkembang menjadi aksara Pallawa, lalu menjadi aksara Kawi atau aksara Jawa Kuno, menjadi cikal bakal aksara Jawa yang digunakan saat ini. Aksara Jawa terdiri dari 20 huruf, ditulis dari kiri ke kanan tanpa spasi, dan bersifat silabik, di mana huruf konsonan dan vokal menyatu membentuk suku kata.

Dalam penggunaannya, aksara Jawa memiliki pasangan untuk mematikan aksara yang diiringinya, dan juga memiliki sandangan atau tanda diakritik seperti wulu, taling, pepet, suku, dan taling tarung yang mengubah bunyi vokal. Terdapat pula sandangan sigeg seperti wignyan, layar, dan cecak yang mengubah bunyi aksara menjadi konsonan. Sandangan anuswara, seperti péngkal, cakra, dan gembung, digunakan untuk memberikan peluluhan bunyi konsonan. Sandangan pangkon, khusus untuk mengakhiri kalimat, juga digunakan untuk menghindari penulisan bertumpuk dua tingkat di akhir kalimat. Ini adalah aspek penting dalam sistem aksara Jawa yang menunjukkan keunikan dan kompleksitasnya dalam merepresentasikan bahasa Jawa.

Perbedaan Aksara Bali dan Aksara Jawa

Meskipun kedua aksara tersebut sama-sama berfungsi sebagai sistem penulisan, namun terdapat perbedaan signifikan di antara keduanya.

Aksara Jawa dasarnya terdiri dari 20 huruf, yaitu Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga. Perbedaan mencolok terletak pada cara pelafalan “dha” dan “tha” di mana dalam aksara Jawa, keduanya dilafalkan sebagai “da” dan “ta”.

Sementara itu, aksara Bali memiliki komposisi yang lebih kompleks, terdiri dari 47 aksara dengan rincian 14 aksara suara dan 33 aksara konsonan. Aksara Wianjana, yang biasanya digunakan, mencakup 18 aksara seperti Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Ja Ya Nya Ma Ga Ba Nga. Perbedaan jumlah dan karakteristik huruf antara aksara Bali dan aksara Jawa menciptakan identitas unik dalam kedua sistem penulisan ini.

Peran Penting dalam Melestarikan Identitas Budaya

Kedua sistem penulisan ini, aksara Bali dan aksara Jawa, tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan identitas budaya setiap komunitas. Dalam era globalisasi ini, saat pengaruh budaya luar semakin masuk, penggunaan aksara tradisional menjadi semacam penanda keunikan dan kekayaan lokal.

Baca juga Ini Dia Tempat Wisata Religi di Bali yang Menjadi Bukti Kerukunan Beragama

Pemerintah Indonesia dan berbagai lembaga budaya telah berupaya untuk mempromosikan dan melestarikan aksara Bali dan aksara Jawa. Program-program pendidikan dan kesenian didirikan untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang sistem penulisan ini. Langkah-langkah ini penting untuk melindungi warisan budaya dan mencegah hilangnya kearifan lokal.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun upaya pelestarian telah dilakukan, kedua aksara ini menghadapi tantangan di era modern. Teknologi informasi dan komunikasi memainkan peran besar dalam pergeseran preferensi penulisan, dengan banyak orang beralih ke alfabet Latin dan media digital. Oleh karena itu, tantangan terbesar bagi aksara Bali dan aksara Jawa adalah memastikan relevansinya di tengah perubahan ini.

Namun, harapan masih ada. Banyak individu dan kelompok yang berkomitmen untuk melestarikan aksara Bali dan aksara Jawa. Inisiatif digital, seperti aplikasi penulisan aksara dan situs web pendidikan, telah muncul untuk mempermudah pembelajaran dan penggunaan aksara tradisional. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga budaya, dan masyarakat, dapat diharapkan bahwa aksara tersebut akan tetap hidup dan berkembang untuk generasi-generasi yang akan datang.

Aksara Bali dan Jawa bukan sekadar sistem penulisan, mereka adalah warisan budaya yang memuat cerita perjalanan masyarakat Bali dan Jawa. Dengan menjaga dan memahami pentingnya kedua aksara ini, kita dapat lebih memahami akar budaya yang mendalam di Nusantara. Bersama dalam melestarikan dan mempromosikan aksara Bali dan aksara Jawa, kita turut menjaga kekayaan warisan budaya Indonesia untuk masa depan.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang kedua aksara tersebut?  Segera hubungi Prima Bali Tour Services untuk mendapat insight dan informasi lebih banyak.

Bahasa Daerah Bali: Memelihara Kearifan Lokal dan Budaya

Bahasa Daerah Bali: Memelihara Kearifan Lokal dan Budaya

Dalam berkembangnya zaman yang serba modern, keberagaman budaya dan kearifan lokal seringkali menghadapi tantangan yang tidak kecil. Di tengah arus globalisasi, upaya untuk memelihara dan merayakan keberagaman budaya menjadi semakin penting, terutama dalam konteks bahasa daerah Bali. Sebagai salah satu bahasa yang kaya akan sejarah dan makna, bahasa Bali tidak hanya menyimpan kata-kata, tetapi juga membawa warisan budaya yang perlu dijaga dengan baik. Artikel ini mengajak kita untuk menyusuri jejak kearifan lokal yang tersemat dalam bahasa daerah Bali. Mencermati bagaimana penggunaan dan pemeliharaannya dapat menjadi benteng pertahanan terhadap ancaman hilangnya identitas kultural. Dalam perjalanan ini, kita akan mengeksplorasi upaya komunitas lokal dan usaha yang telah diambil untuk menjaga bahasa Bali tetap hidup.

Foto: Budaya Bali (indonesia.travel)

Melalui penelusuran akar budaya dalam bahasa daerah Bali, kita akan menyingkap makna-makna mendalam yang terkandung dalam setiap kata dan frase. Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, digunakan sebagai penjaga cerita-cerita sejarah, peribahasa, dan nilai-nilai sejarah dalam setiap percakapan sehari-hari.

Berikut merupakan 5 Bahasa Daerah bali yang biasanya digunakan oleh masyarakat setempat;

Bahasa Bali

Bahasa Bali dipakai di beberapa wilayah lain, misalnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Tenggara. Penggunaan bahasa Bali juga dipakai di Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya Desa Basarang Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas.

Bahasa Bali yang dipakai di Kalimantan Tengah merupakan bahasa para penduduk transmigran yang berasal dari Pulau Bali.

Bahasa Bali terdiri atas dua dialek, yaitu dialek Bali Aga atau Bali Mula yang dituturkan oleh penduduk Bali di daerah dataran tinggi di Bali.Selain itu dialek Bali dataran yang dituturkan oleh penduduk yang pada umumnya berdiam di daerah dataran rendah di Bali.

Penting untuk memahami bahwa dialek-dialek seperti Bali Aga dan Mula bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian integral dari warisan budaya dan identitas masyarakat yang menggunakannya. Pemeliharaan dialek-dialek ini menjadi aspek penting dalam pelestarian keanekaragaman bahasa dan budaya di Bali. Upaya untuk melestarikan dan mendokumentasikan dialek-dialek ini dapat membantu mempertahankan kekayaan warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Bali.

Bahasa Jawa

Bahasa Jawa adalah bahasa yang yang berasal dari Pulau Jawa. Penggunaan bahasa Jawa yang terdapat di Bali diucapkan di Kabupaten Buleleng.

Di Bali, penggunaan bahasa Jawa umumnya terkait dengan sejarah migrasi dan interaksi budaya antara pulau-pulau di Indonesia. Meskipun bahasa resmi di Bali adalah bahasa Indonesia, dan bahasa Bali sendiri merupakan bahasa utama yang digunakan oleh penduduk asli Bali, tetapi di beberapa komunitas dan situasi tertentu, bahasa Jawa juga dapat ditemui. Berikut adalah beberapa konteks di mana bahasa Jawa digunakan di Bali:

  1. Migrasi dan Perdagangan

Komunitas Migran Jawa: Seiring berjalannya waktu, beberapa kelompok masyarakat Jawa telah bermigrasi ke Bali untuk berbagai alasan, termasuk perdagangan, pekerjaan, atau alasan sosial lainnya. Di dalam komunitas migran ini, bahasa Jawa tetap dipertahankan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Pekerja Migran

Tenaga Kerja Migran Jawa: Bali menjadi tujuan pekerja migran dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa. Para pekerja migran ini mungkin mempertahankan penggunaan bahasa Jawa di antara sesama mereka, terutama dalam lingkungan tempat tinggal atau kerja mereka.

  1. Pendidikan dan Kegiatan Budaya

Kegiatan Pendidikan dan Kebudayaan: Beberapa organisasi, komunitas, atau lembaga pendidikan yang memiliki akar atau hubungan dengan budaya Jawa dapat menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan mereka.

  1. Kegiatan Keagamaan

Upacara Keagamaan: Dalam konteks keagamaan, terutama dalam kegiatan keagamaan yang berhubungan dengan tradisi Jawa atau agama tertentu, bahasa Jawa dapat digunakan. Ini mencakup upacara pernikahan, pertunangan, atau ritual keagamaan lainnya.

  1. Budaya Populer

Media dan Seni: Dalam beberapa konteks seni atau media, seperti seni pertunjukan atau radio komunitas, penggunaan bahasa Jawa dapat ditemui. Ini mungkin terkait dengan penampilan seniman atau pencipta karya seni yang memiliki keterkaitan dengan budaya Jawa.

Meskipun bahasa Bali adalah bahasa utama dan simbol identitas bagi penduduk asli Bali, Indonesia yang multikultural memiliki keragaman bahasa dan budaya yang tercermin dalam interaksi sehari-hari dan perkembangan sosial masyarakatnya.

Madura

Bahasa Madura merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Madura. Penggunaan bahasa ini tersebar di Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Kalimantan Barat.

Bahasa Madura di Pulau Bali dituturkan oleh masyarakat di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Melayu

Di Pulau Bali bahasa Melayu dituturkan di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Bahasa Melayu, bukanlah bahasa yang secara tradisional terkait dengan pulau Bali. Bahasa Melayu lebih umumnya dikaitkan dengan wilayah-wilayah di Malaysia, Indonesia (terutama Sumatra dan Kalimantan), Singapura, dan Brunei.

Di pulau Bali, Bahasa Melayu mungkin ditemui dalam beberapa konteks tertentu:

  1. Pekerja Migran atau Komunitas Malaysia/Indonesia

Bahasa Melayu dapat ditemui di antara pekerja migran dan penduduk yang memiliki riwayat dari wilayah yang menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa utama. Mereka bisa mempertahankan penggunaan bahasa ini dalam lingkungan sosial mereka.

  1. Pendidikan atau Institusi Khusus

Beberapa lembaga pendidikan atau institusi tertentu yang memiliki hubungan atau afiliasi dengan wilayah-wilayah yang menggunakan Bahasa Melayu, mungkin mengintegrasikan Bahasa Melayu dalam kegiatan belajar mengajar atau komunikasi sehari-hari.

  1. Kegiatan Budaya atau Diplomasi

Dalam acara-acara budaya atau kegiatan diplomasi, Bahasa Melayu bisa digunakan terutama jika ada pertukaran budaya atau hubungan bilateral antara pulau Bali dengan wilayah yang menggunakan Bahasa Melayu.

  1. Media atau Konten Digital

Dalam beberapa konten media atau digital, terutama yang disajikan secara daring, Bahasa Melayu mungkin digunakan untuk menjangkau audiens yang memiliki asal usul atau kepentingan di wilayah yang menggunakan bahasa tersebut.

Penting untuk diketahui, Bahasa Melayu di Bali umumnya bersifat kontekstual dan tergantung pada kebutuhan hubungan dengan kelompok atau kegiatan tertentu. Meskipun Bahasa Melayu tidak termasuk bahasa yang umum digunakan di Bali, interaksi budaya, migrasi, atau pertukaran antarwilayah dapat menciptakan konteks di mana Bahasa Melayu dapat ditemui.

Sasak Bali

Bahasa Sasak adalah bahasa yang berasal dari Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Bahasa Sasak berkembang pula di daerah lain, termasuk di Bali, yaitu di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, dan di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Singaraja.

Kelestarian bahasa daerah Bali sebagai warisan budaya yang berharga. Semoga semakin banyak orang yang peduli dan berkontribusi dalam melestarikan kekayaan kata dan ungkapan dalam bahasa Bali, sehingga generasi mendatang dapat terus merasakan keindahan dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Selamat melestarikan bahasa daerah Bali untuk masa depan yang lebih kaya dan berwarna.

Baca juga Tradisi Unik di Bali yang Menakjubkan

6 Rekomendasi Restoran Seafood di Bali yang Patut Dicoba

6 Rekomendasi Restoran Seafood di Bali yang Patut Dicoba

Bali tidak hanya dikenal dengan pantainya yang menakjubkan, budayanya yang kental, dan lanskapnya yang menawan, namun juga dengan sajian kulinernya yang beragam dan lezat. Di antara berbagai pilihan makanan, seafood menjadi yang paling menonjol diantaranya. Dengan menghidangkan sajian seafood yang fresh dan kaya akan cita rasa, tak heran wisatawan lokal hingga mancanegara rela berbondong-bondong untuk mencicipi sajian yang satu ini. Berikut ini Prima Bali rangkum 6 rekomendasi restoran seafood yang harus dikunjungi wisatawan saat liburan di Bali, apalagi bagi si pecinta makanan laut ini.

Warung Mak Beng

Foto: Warung Mak Beng (detik.com)

Warung Mak Beng sebuah restoran yang terletak di Jalan Hang Tuah No. 45, Denpasar Selatan, Bali ternyata masuk ke dalam list 150 restoran paling legendaris di dunia versi Taste Atlas dan berhasil menempati peringkat ketiga. Restoran ini memiliki satu menu signature, yaitu sup kepala ikan dan ikan goreng. Banyak warga lokal maupun wisatawan yang berbondong-bondong untuk mencicipi menu yang satu ini. Perkiraan satu porsi hidangan dijual dengan harga Rp. 55.000/paket (belum termasuk minum). Jika tertarik untuk mengunjunginya, restoran ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 22.00 WITA. Namun disarankan untuk tidak datang diantara jam 14.00 hingga jam 19.00 WITA karena ini merupakan peak hour dimana restoran sedang ramai-ramainya sehingga kamu harus antre cukup lama.

Bale Udang Mang Engking

Foto: Bale Udang Mang Engking (maps.google.com)

Restoran yang berlokasi di di Jalan Nakula No.88, Sunset Road, Denpasar Barat, Bali ini menawarkan nauansa restoran ala pedesaan yang asri dengan menawarkan pengalaman berwisata kuliner di atas sebuah bale tradisional yang tebuat dari bambu sambil dikelilingi kolam ikan. Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 22.00 WITA. Bagi yang tertarik untuk mengunjungi restoran ini, kamu harus menyiapkan budget sekitar Rp. 300.000 untuk dua orang. Dengan perkiraan budget sekian, wisatawan tentunya akan mendapatkan pengalaman menyantap seafood yang unik.

Pondok Seafood Cak Har

Foto: Pondok Seafood Cak Har (maps.google.com)

Restoran ini merupakan salah satu tempat yang menyediakan hidangan seafood yang enak di kawasan Denpasar. Hidangan seafood di sini terkenal akan racikannya yang khas dan medok karena menggunakan rempah-rempah kuat pilihan. Salah satu rekomendasi menu andalan di restoran ini adalah kepiting lada hitamnya yang menjadi incaran para wisatawan. Tersedia juga menu lain, seperti ikan asam manis, ikan bakar, kepiting saos padang, cumi goreng tepung, gurame goreng saus padang, dan masih banyak lagi.Restoran ini buka setiap harinya. Jika tertarik untuk mencicipi lezatnya hidangan seafood di restoran ini, wisatawan bisa datang ke Jalan Teuku Umar No. 222, Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali pada pukul 11.00 – 23.00 WITA. Untuk mencoba menu seafood di sini kamu bisa menyiapkan budget minimal Rp. 45.000/porsinya.

Shrimpis Restaurant

Foto: Shrimpis Restaurant (maps.google.com)

Restoran ini dikenal akan sajian berbahan dasar udang dan kerangnya yang juara. Uniknya, mereka memiliki tambak udang sendiri, sehingga bahan yang digunakan cukup berkualitas. Mereka juga menyediakan menu unik lainnya seperti seafood bisque, octopus ink pasta, clam pot, super fresh oyster, grilled shrimp, prawns, spaghetti, hingga fish and chip. 

Restoran ini didesain sedemikian rupa sehingga menyerupai kapal dengan menggunakan berbagai ornamen seperti jaring, pelampung, dan radio tua, sehingga pengunjung akan merasa seolah olah sedang bersantap di dalam sebuah kapal. Tentunya tempat unik seperti ini akan meningkatkan selera makan para wisatawan.Restoran yang berlokasi di Seminyak, Kuta Utara, Badung, Bali ini buka mulai pukul 12.00-23.30 WITA. Untuk mencoba menu seafood di sini, wisatawan disarankan untuk membawa budget minimal Rp.75.000. Meskipun harganya cukup terjangkau, wisatawan tidak perlu khawatir akan kualitas makanan dan tempat ini.

Warung Subak

Foto: Warung Subak (maps.google.com)

Warung Subak menawarkan sajian seafood yang rasanya tak kalah dari restoran lainnya. Restoran yang terletak di Jalan Antasura No. 05 Peguyangan, Denpasar Utara, Bali ini menjajakan beraneka menu yang menggugah selera, mulai dari udang bakar, sate cumi, sambal matah, udang cumi bakar, kerang bakar, plecing lalapan, ikan bakar, dan masih banyak lagi.

Sajian seafood yang ada di sini dibanderol mulai harga Rp87.000 saja. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati sajian seafood yang enak dan berkualitas di sini. Bagi pengunjung yang ingin mencoba seafood di restoran ini bisa datang mulai pukul 10.00 – 22.00 WITA.

Sardine by K Club

Foto: Sardine by K Club (maps.google.com)

Restoran yang terletak di Jalan Petitenget No. 21, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali ini terkenal akan sajian seafoodnya yang fresh dan menggugah selera. Mereka menyediakan menu makanan laut, seperti yellowfin tuna tartare, kingfish and hamachi, grilled whole fish, chilled lobster, dan lain sebagainya. 

Sardine by K Club ini buka setiap hari mulai pukul 12.00 – 00.00 WITA, namun di hari Jum’at dan Sabtu, mereka tutup lebih lama, yaitu pukul 02.00 WITA. Untuk mencicipi sajian seafood di sini, wisatawan perlu menyiapkan budget minimal Rp.120.000. Itu dia 6 rekomendasi restoran seafood yang wajib kamu kunjungi, apalagi bagi si pecinta seafood. Perlu dicatat bahwa informasi seputar harga, budget, dan jam operasional dapat berubah sewaktu-waktu. Tertarik untuk mencoba seafood di salah satu restoran di atas? Segera hubungi Prima Bali Tour Services untuk mendapat insight dan informasi lebih banyak.

Baca juga Rekomendasi Pusat Kuliner Khas Bali

3 Rekomendasi cafe di Bali yang wajib kamu kunjungi

3 Rekomendasi cafe di Bali yang wajib kamu kunjungi

Selamat datang di surga kuliner tropis, saat keindahan alam Bali harmonis dengan nikmatnya pengalaman menyantap di cafe-cafe yang memikat hati. Menjelajahi  destinasi cafe pilihan di Pulau Dewata yang tidak hanya mengundang selera, tetapi juga merayakan kekayaan budaya dan keunikan setiap sudutnya. Bersiaplah untuk memasuki dunia rasa dan pesona, pulau seribu pesona yang tak hanya memukau dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyajikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Dalam artikel ini, kita akan mengajak kamu merasakan kelezatan di tiga cafe pilihan terbaik di Bali. Dari pesona tradisional hingga nuansa modern, setiap cafe memiliki cerita dan cita rasa unik yang siap memanjakan kamu. Jadi, mari kita jelajahi keindahan pulau ini melalui 3 rekomendasi cafe di Bali yang patut dicoba.

Byrd House Beach Club Bali

Foto: Byrdhouse Beach Club (thebalibible.com)

Liburan Bali saat tahun baru rasanya gak lengkap, ya kalau tidak rekomendasi tempat wisata di Bali yang unik-unik. Dari sekian banyak beach club di Bali, ByrdHouse adalah beach club Bali yang paling beda daripada yang lain. Di ByrdHouse, kamu bisa menikmati berbagai jenis menu makanan internasional yang dimasak langsung oleh chef profesional. Selain itu, di ByrdHouse, kamu juga bisa mendapatkan nuansa chill di pantai dengan view sunset yang bisa menenangkan jiwa.

Terletak di Desa Segara, rumah pantai di pantai timur Bali yang subur ini memiliki semuanya. Dari fajar hingga senja, para tamu menikmati suasana Mediterania yang menenangkan di restoran utama kami dan makanan yang baru dipanggang di toko kue. Untuk kamu yang ingin menikmati sajian masakan Western ataupun masakan favorit khas Indonesia, maka datang langsung ke Le Pirate Restaurant. Menawarkan kamu setup alfresco dengan meja-meja yang diletakkan di atas dek kayu yang luas dan berada di bawah pohon kelapa.

Bagi kamu penggemar makanan Jepang, maka terdapat Minami Kitchen. Menyajikan beragam menu masakan Jepang, mulai dari sushi, sashimi, mie dingin, tempura, dan banyak lagi. Amuse Gueule Kitchen yang merupakan kafe tepi laut yang menawarkan kopi gourmet serta pizza dan pattiserie. Selain makanan, kamu juga bisa menikmati aneka minuman. Beragam bir dan wine dapat melengkapi waktu kamu di Byrdhouse ini, atau jika kamu ingin memesan koktail.

Lokasi Byrdhouse berada di Jl. Segara Ayu No.8, Sanur, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali.Untuk jarak dari Bandara Ngurah Rai 33 menit.

Paradish Bali

Foto: Paradish Bali (maps.google.com)

Menikmati keindahan alam di Bali rasanya akan kurang puas kalau belum mengunjungi Seminyak. Di Seminyak, bukan hanya destinasi wisatanya saja yang memiliki daya tarik tersendiri, tapi restoran dan cafenya juga bisa bikin kamu melongo. Salah satu resto terkenal di Seminyak yang wajib kamu kunjungi saat liburan tahun baru Bali atau bahkan saat sedang perjalanan dinas ke Bali adalah Paradish Bali.

Di Paradish, kamu bisa menikmati berbagai macam hidangan mulai dari fine dining hingga street food. Semuanya dikemas dengan cita rasa khas Bali yang pastinya bakal bikin sel-sel di lidah kamu meronta-ronta saking enaknya menu-menu yang dihidangkan.

Paradish Bali adalah tempat yang cocok bagi para pencinta kuliner yang mencari pengalaman makan yang istimewa dengan cita rasa makanan jalanan Asia yang mewah. Tempat ini adalah surga bagi penikmat kuliner yang menginginkan makanan lezat dengan sentuhan khas Asia.

Di Paradish Bali, pilihan menu makanannya begitu beragam. Mulai dari Wagyu Beef Pad Thai yang lembut , Chicken Satay yang menggugah selera, hingga Pork Belly yang renyah dengan cita nikmat di lidah. Jika kamu penggemar mie, jangan lewatkan Mie Goreng Aceh yang pedas. Selain itu, mereka juga menawarkan Dimsum yang lembut dan mengenyangkan. Semua hidangan di sini memiliki ciri khasnya sendiri dan pasti akan memuaskan selera kamu. Tak lupa, minuman di Paradish Bali juga sangat menyegarkan.

Jika kamu mencari tempat makan yang istimewa dan merasakan nikmatnya street food Asia yang mewah di Bali, Paradish Bali jawabannya. Restoran ini tidak hanya menawarkan hidangan lezat, tetapi juga suasana yang nyaman dan ramah. Jadikan Paradish Bali sebagai destinasi makan siangmu atau tempat istirahat yang sempurna saat menjelajahi keindahan Bali.

Alamatnya ada di Jl. Kayu Jati No.1, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361,dan hanya berjarak 750 m dari pusat seminyak.

Rock Bar

Foto: Rock Bar (maps.google.com)

Rock Bar Bali secara luas dihormati sebagai salah satu tempat matahari terbenam, koktail, dan hiburan paling populer di dunia. Rock Bar Bali di AYANA Resort and Spa terletak secara menakjubkan di tebing batu kapur terpencil di selatan Teluk Jimbaran. Tempat matahari terbenam utama ini memenangkan hati para pengunjung, beberapa di antaranya terbang ke pulau hanya untuk menikmati koktail khas tempat tersebut. pemandangan luar biasa, dan suasana hati yang diatur oleh DJ setempat dan sesekali deretan artis internasional kelas dunia.

Rock Bar menampilkan desain minimalis dengan platform atap terbuka yang dibangun dengan mulus di atas formasi alami. Di antara menu favoritnya adalah martini Rock Bar, yang terdiri dari campuran dengan nama unik seperti Punch Rock, Rockberry Martini, dan Spa on the Rock yang terbuat dari vodka, minuman keras blackcurrant, blueberry, dan jus cranberry. Spa on the Rock juga merupakan nama spa Ayana yang sama dramatisnya di garis pantai selatan resor. Koktailnya dirancang oleh konsultan bar internasional, menggunakan minuman keras impor yang dicampur dengan buah-buahan lokal, serta rempah-rempah untuk melengkapi suasana.

DJ yang tinggal di Rock Bar Bali kebanyakan memutar lagu-lagu Mediterania, nu-disco, deep house, dan bersantai setiap kali matahari terbenam dan larut malam di akhir pekan. Ibiza Internasional dan DJ tamu Indonesia sering ‘mengguncang’ Rock Bar dengan memutar lagu-lagu dari bilik khusus yang diukir pada permukaan batu. Berlokasi di Ayana Resort and Spa Bali, Jalan Karang Mas Sejahtera, Jimbaran, Badung, Bali, Indonesia. Untuk jarak tempuh dari pusat kota kurang lebih 1 jam .

Terima kasih telah bersama kami dalam menjelajahi kelezatan pulau dewata ini melalui 3 rekomendasi cafe di Bali. Semoga artikel ini dapat menjadi panduan yang inspiratif bagi perjalanan kuliner kamu berikutnya di Bali. Selamat menikmati setiap hidangan dan nuansa yang ditawarkan, dan sampai jumpa di artikel kuliner selanjutnya!

Baca juga Surga Kuliner 7 Rekomendasi Street Food Terbaik di Bali

Puja Mandala Bhakti, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

Puja Mandala Bhakti, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

Bali merupakan tempat yang sering menjadi tujuan wisatawan untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Tidak hanya dikenal dengan keindahan alam, budaya, dan kulinernya, tetapi Bali juga menyediakan destinasi wisata religi yang memesona.

Salah satu wisata religi yang menjadi rekomendasi bagi para wisatawan adalah Puja Mandala Bhakti yang terletak di Jalan Kuruksetra, Nusa Dua, Bali. Puja Mandala sendiri merupakan sebuah pusat peribadatan bagi lima agama, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha, dan Hindu.

Terdapat lima bangunan yang amat sangat berbeda di tempat ini, namun memiliki fungsi serupa, yaitu untuk menyembah Tuhan. Di Puja Mandala lah lima agama ini berdampingan dengan ditandai lima tempat suci ibadah; Masjid Ibnu Batutah, Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Vihara Budhina Guna dan Pura Jagat Nata.

Sejarah Puja Mandala

Puja Mandala Bhakti didirikan pada tahun 1994 di atas lahan pemberian perusahaan swasta, PT. Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dengan luas sekitar 2 hektar.

Tiga tahun setelah itu, tepatnya pada tahun 1997, Puja Mandala Bali secara resmi disahkan oleh Menteri Agama yang saat itu sedang menjabat, Tarmidzi Taher. Walau disahkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, ide pembuatan Puja Mandala Bali sebenarnya dipelopori oleh Joop Ave, Menteri Pariwisata pada era Presiden Soeharto.

Joop Ave terinspirasi dari keinginan Umat Islam yang untuk mendirikan masjid di Nusa Dua. Joop Ave secara terbuka menerima usulan tersebut dan memberikan ide tambahan untuk pembangunan tempat ibadah lain di area yang sama. Pada awalnya, tak ada niat sedikitpun untuk menjadikan Puja Mandala sebagai tempat wisata. Puja Mandala hanya dibuat sebagai sarana ibadah para wisatawan yang menginap di Nusa Dua atau di sekitar wilayah tersebut.

Akan tetapi, karena konsepnya yang unik dengan menyatukan semua tempat ibadah untuk menjunjung toleransi, Puja Mandala menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Nusa Dua. Pada proses awal pembangunannya, beberapa menteri tidak sependapat dan mengharuskan setidaknya 500 orang setuju untuk pembangunan Puja Mandala. Permasalahan ini bahkan sampai diselesaikan pemerintah pusat hingga pembangunan bisa dilanjutkan kembali.

Masjid Agung Ibnu Batutah

Foto: Masjid Agung Ibnu Batutah (wikipedia.org)

Bangunan paling kiri di kompleks Puja Mandala adalah Masjid Agung Ibnu Batutah. Desainnya sama dengan masjid pada umumnya namun didominasi oleh warna kuning. Tempat ibadah umat islam ini memiliki tiga lantai dan lantai pertama dikhususkan untuk para wanita. Pemberian nama Agung Ibnu Batutah terinspirasi dari pengembara Maroko yang sudah mengelilingi bumi sejauh 120.000km dan mengunjungi 44 negara.

Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB)

Foto: Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (maps.google.com)

Setelah Masjid Agung Ibnu Batutah, kamu akan menjumpai Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa. Gereja Katolik ini memiliki konsep bangunan yang unik karena memiliki bangunan menara lonceng tunggal yang berdiri di sebelah bangunan utama sebagai tempat ibadah. Tempat ibadah ini secara sah menjadi Paroki pada tahun 2011 yang mana sebelumnya merupakan paroki dari Gereja Katolik Roma Keuskupan Denpasar.

Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa

Foto: Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa (maps.google.com)

Desain Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa memiliki kesamaan dengan bangunan Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa yaitu sama-sama memiliki menara lonceng. Gereja ini berdiri satu tahun lebih cepat ketimbang Masjid Agung Ibnu Batutah dan Gereja Katolik Paroki MBSB yang dibangun pada tahun 1995. Interior Gereja Protestan GKPB mengadaptasikan gaya bangunan Bali, baik dari segi atap, bentuk bangunan, serta lingkungan sekitar gereja.

Vihara Buddha Guna

Foto: Vihara Buddha Guna (viharabuddhagunabali.com)

Vihara Buddha Guna memiliki bentuk vihara pada umumnya. Bangunan ini menyajikan warna-warna berani dan banyak dihiasi patung-patung. Kamu bisa melihat patung gajah, patung naga putih, hingga patung Buddha di sini. Walau didominasi warna putih dan emas, kesan ceria dan colorful tetap terasa di vihara ini.

Konsep bangunannya juga filosofis seperti patung Buddha yang memiliki delapan lingkaran dan mengartikan bahwa bila manusia ingin terbebas dari penderitaan maka harus melalui Jalan Utama Delapan Sraddha.

Pura Jagatnatha

Foto: Pura Jagatnatha (commons.wikimedia.org)

Tempat ibadah terakhir yang bisa kamu temui di Puja Mandala adalah Pura Jagatnatha. Seperti pura pada umumnya, Pura Jagatnatha memiliki beberapa bangunan mirip candi dengan warna coklat dan hitam pekat. Pura ini memiliki dua halaman utama yaitu luar, tengah, dan dalam sebagai tempat pemujaan. Pura Jagatnatha di Puja Mandala Bali menghadap Gunung Agung yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya dewa-dewi.

Baca juga Pura sad Kahyangan Cerminan Agama Hindu dan Budaya Bali

Surga Kuliner: 7 Rekomendasi Street Food Terbaik di Bali

Surga Kuliner: 7 Rekomendasi Street Food Terbaik di Bali

Bali merupakan surga bagi mereka pecinta kuliner. Dengan berbagai makanan yang beragam dan kaya akan rempah-rempah yang memanjakan lidah, tak heran Bali menjadi salah satu magnet wisata kuliner. Salah satu daya tarik kuliner yang paling mencolok di Bali adalah street food-nya yang memikat selera. Jadi, wajib rasanya untuk mencoba beberapa street food saat liburan ke Bali.   

Street food di Bali cenderung mudah dijumpai. Para pedagang biasanya ada yang membuka lapak semi permanen, menggunakan gerobak, bahkan ada yang memanfaatkan sepeda dan mobilnya untuk menjajakan makanan. Soal harga nggak perlu khawatir, street food ini tergolong masih ramah di kantong, tapi jangan salah soal rasa dijamin enak dan nggak murahan.

Berikut ini Prima Bali rangkum 7 rekomendasi street food yang wajib dicoba saat sedang liburan di Bali.

1. Babi Guling

Foto: Babi Guling (id.wikipedia.org)

Babi guling adalah primadona pulau yang satu ini. Tak lengkap rasanya jika liburan ke bali tanpa mencicipi babi guling. Babi guling merupakan babi yang dipanggang diatas bara langsung dan diberi bumbu rempah-rempah. Kebanyakan tempat menyajikannya dengan nasi ketan, kriuk babi, sayur, sup, dan sambal. Makanan yang satu ini tergolong mudah ditemui, namun sebagai rekomendasi, wisatawan bisa datang ke Warung Babi Guling Made Sekar di Jalan Raya Kuta Nomor 29, Kelurahan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Warung babi guling yang satu ini terkenal akan kelezatan sambalnya. Nah, jika tertarik untuk mengunjungi warung ini, wisatawan bisa datang mulai pukul 08.00-19.00 WIB.

2. Sup Kepala Ikan

Foto: Sup Kepala Ikan (kompas.com)

Ini juga merupakan makanan andalan masyarakat Bali. Pecinta seafood wajib coba makanan yang satu ini, apalagi jika disajikan dengan nasi dan ikan tenggiri. Dengan perpaduan rempah khas Bali dan cita rasa seafood yang segar, sup kepala ikan menjadi pilihan yang pas untuk memanjakan lidah. Salah satu tempat yang menyediakan sup kepala ikan terbaik adalah Warung Mak Beng . Warung yang terletak di Jalan Hang Tuah No.45, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Sanur Kaja, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali ini ternyata masuk ke dalam peringkat 3 besar restoran paling legendaris di dunia 2023.

3. Nasi Campur

Foto: Nasi Campur Bali (cookpad.com)

Berikutnya adalah nasi campur. Ini merupakan makanan khas bali yang menyajikan nasi putih ditemani berbagai lauk pauk seperti ayam suwir, sate lilit, telur dadar, tempe goreng, tahu goreng, sayur lodeh, sambal, dan kerupuk. Untuk mencicipi nasi campur ini, wisatawan bisa datang ke Jalan Waturenggong atau persis dekat dengan gang di sebelah Timur Toko Bali Listrik.

4. Pisang Rai

Foto: Pisang Rai (resepkoki.id)

Pisang Rai merupakan pisang yang dilapisi tepung yang terkenal sebagai camilan tradisional Pulau Bali yang biasa dimakan pada pagi hari. Sebagai negara tropis, tentunya kualitas pisang di sini tak perlu diragukan lagi. Pisang akan dilapisi dengan adonan tepung beras, kemudian direbus, dan dihidangkan dengan parutan kelapa yang segar dan gula merah yang sudah dicairkan. Supaya semakin nikmat, biasanya camilan ini hidangkan bersama secangkir kopi atau teh. Wisatawan bisa pergi ke Pasar Pagi di Jalan Raya Ubud No.14, Ubud, Kec. Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali pada pukul 06.00 – 09.00.

5. Bubur Injin

Foto: Bubur Injin (denpasarkota.go.id)

Bubur injin merupakan hidangan yang berbahan dasar ketan hitam yang kemudian direbus dengan air hingga bertekstur lunak. Makanan Bubur ini biasa dihidangkan dengan santan kelapa dan daun pandan sebagai hiasan diatasnya. Memiliki cita rasa yang manis, bubur yang satu ini kerap dijadikan hidangan penutup oleh masyarakat Bali. Bubur ini cukup mudah ditemui, karena banyak pedagang yang menjajakannya. Sebagai Rekomendasi, semakin nikmat, biasanya camilan ini hidangkan bersama secangkir kopi atau teh. Wisatawan bisa pergi ke Pasar Pagi di Jalan Raya Ubud No.14, Ubud, Kec. Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali pada pukul 06.00 – 09.00 untuk menikmati kelezatan bubur yang satu ini.

6. Sate Lilit

Foto: Sate Lilit (food.detik.com)

Sate lilit merupakan salah satu varian sate khas Bali yang terbuat dari daging ayam, babi, ikan, sapi, hingga kura-kura. Daging yang telah dicincang akan dicampur dengan bumbu yang terdiri dari parutan kelapa, santan, jeruk nipis, bawang merah, dan merica kemudian ditusuk dengan batang sereh dan dibakar diatas arang. Jika tertarik untuk mencicipi makanan yang satu ini, wisatawan bisa datang ke Warung Wardini di Jalan Yudistira No.2, Dangin Puri Kauh, Kota Denpasar, Bali. Sate lilit di sini terbuat dari ikan segar dengan bumbu pilihan, sehingga soal rasa tak usah diragukan lagi.

7. Lawar

Foto: Lawar (kumparan.com)

Lawar merupakan hidangan khas Bali yang menyajikan campuran sayuran-sayuran dan daging cincang yang kemudian dibumbui. Terkadang di beberapa jenis lawar, diberikan tambahan darah dari daging itu sendiri. Darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu untuk menambah rasa dari lawar itu sendiri. Tapi tenang, bagi wisatawan muslim, terdapat alternatif pilihan lawar halal yang tidak menggunakan darah dan daging babi, contohnya adalah lawar nangka. Lawar ini biasanya dihidangkan dengan nasi beserta lauk-pauk lainnya. Salah satu rekomendasi tempat yang menyediakan lawar yang enak adalah Warung Lawar Ayam Bu Ayu yang terletak di Pertigaan Jl. Raya Pemogan, Denpasar, Bali. Wisatawan bisa mengunjungi warung ini dari siang hingga malam hari. Di warung ini juga disediakan lauk lainnya, seperti sate lilit, ayam kalasan, dan sayur kacan.

Itu dia 7 rekomendasi street food yang bisa kamu coba saat liburan ke Bali. Tertarik untuk Informasi lebih banyak seputar street food Bali? Segera hubungi Prima Bali Tour Services untuk mendapat insight dan informasi lebih banyak.

Baca juga Menjelajahi Bali Dengan Hemat Bersama Paket Wisata Terjangkau

Menikmati Pesona Alam Raja Lima Nusa Penida

Menikmati Pesona Alam Raja Lima Nusa Penida

Foto: Thousand Island View Point (maps.google.com)

Bali menjadi salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak destinasi wisata indah dan juga populer. Pemandangan alam serta tradisi budaya yang sangat kental menjadikan Bali sebagai primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Beberapa destinasi wisata terletak di salah satu pulau di Bali yaitu Nusa Penida. Pulau Nusa Penida sendiri merupakan salah satu bagian dari Provinsi Bali, namun letaknya terpisah dengan Pulau Bali. Pulau ini menawarkan berbagai jenis destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, salah satunya Raja Lima Nusa Penida.

Raja Lima Nusa Penida menyajikan pemandangan alam yang indah dan memukau lho. Seindah apa sih pesonanya? Simak informasi selengkapnya ya.

Baca juga Rekomendasi wisata Outdoor di Bali

Daya Tarik Raja Lima Nusa Penida

  1. Daerah Perbukitan yang Hijau

Kawasan wisata ini disebut juga dengan istilah thousand island view point karena jaraknya yang sangat dekat dengan Pulau Seribu di Kepulauan tersebut. Perbukitan yang terlihat menyebar dengan permukaan hijaunya menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini. Banyak wisatawan yang senang berfoto di kawasan ini, karena tidak banyak wisata pantai dengan view pegunungan. Selain itu, pengunjung juga dapat dapat naik ke salah satu puncak bukit untuk dapat melihat indahnya sunrice maupun sunset yang lebih memukau.

  1. Pemandangan Alam yang Menenangkan

Pemandangan alam yang terdapat pada kawasan Raja Lima, dikenal sebagai salah satu view relaksasi terbaik di Nusa Penida. Bukan saja bisa melihat puncak bukit, namun pengunjung juga dapat menikmati suasana pegunungan lain dan pemandangan indah Nusa Penida dari menjadi salah satu spot yang diincar pecinta fotografi.

  1. Pemandangan Teluk Parangempu dan Teluk Titi Bahu

Dari puncak utama tempat wisata ini bisa terlihat jelas penampakan Teluk Parangempu dan Teluk Titik Bahu yang dikenal karena eksotisme itu. Permukaan air laut yang biru dan berkilauan menjadi salah satu penghilang suntuk saat dilihat langsung dari dekat. Apalagi kalau udara berhembus sepoi-sepoi dan matahari tidak bersinar terik, akan membuat betah berlama-lama melihat pemandangan menakjubkan tersebut.

  1. Pemandangan Puncak Bukit Terindah Nusa Penida

Salah satu puncak tertinggi Raja Lima Nusa Penida dari atas bukit akan terlihat perpaduan hamparan laut dengan warna yang bervariasi. Kemudian terlihat tebing tinggi tempat ombak memecah ke pinggir pantai dengan suara merdunya. Terdapat pula beberapa patung yang berada di puncak bukit, sebagai bagian dari keindahan yang tidak terbantahkan.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Wisata cantik ini juga dikenal sebagai lokasi trekking yang cukup menantang, ada di kawasan Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.

Untuk mencapai lokasi dari pusat Pulau Dewata di Kota Denpasar harus menyebrang terlebih dahulu menyeberang menggunakan speed boat atau fast boat yang terdapat di pelabuhan kawasan Klungkung dan sekitarnya.

Waktu tempuh menggunakan speed boat tersebut lebih kurang 40 menit dari dermaga di kawasan Sanur Denpasar. Jika melalui Dermaga Kusamba di Klungkung hanya butuh waktu sekitar 25 menit hingga sampai di Pelabuhan Nusa Penida.

Lalu perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan jalur darat, dapat dilakukan menggunakan motor sewaan yang tersedia di sekitar kawasan pelabuhan dengan harga sewa relatif murah. Dapat juga menggunakan mobil sewaan lengkap dengan driver agar lebih aman.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk di Raja Lima Nusa Penida berkisar Rp 5.000 an/orang untuk turis lokal. Sedangkan untuk pengunjung mancanegara dikenakan biaya masuk sekitar Rp 10.000/orang. Adapun biaya lain yang harus disiapkan adalah biaya parkir kendaraan, untuk motor dikenakan biaya parkir Rp 5.000/unit dan mobil Rp 10.000/unit.

Aktivitas yang Dapat Dilakukan di Raja Lima Nusa Penida

  1. Trekking

Buat kamu yang mempunyai hobi trekking atau menelusuri jalan dengan tantangan tingkat tinggi, bisa melakukan kegiatan tersebut di Raja Lima lho. Perjalanan bisa dimulai dari jalan masuk tempat memarkir kendaraan, dimana dibutuhkan waktu trekking sekitar 10 sampai 20 menit.

Satu hal yang harus dipastikan sebelum memulai trekking adalah kondisi tubuh yang sehat dan fit untuk melakukan perjalanan menantang ini. selain itu, pastikan untuk membawa bekal dan minum yang cukup apalagi kalau akan melakukan perjalanan saat matahari terik.

  1. Fotografi

Banyak spot foto yang tersedia di kawasan wisata Raja Lima yang indah dan menawan. Hal itu tentu tidak boleh dilewatkan oleh kalian yang menyukai dunia fotografi, terutama dalam menghasilkan foto dengan nilai seni alami yang tinggi.

  1. Bermain di Rumah Pohon Molenteng

Terdapat sebuah rumah pohon dengan view langsung melihat deretan bukit-bukit, yang ada di sekitar kawasan wisata. Rumah ini berada di salah satu puncak bukit, dibuat sealami mungkin dengan fasilitas yang cukup lengkap.

  1. Selfie di Pinggir Tebing

Di beberapa pinggir bukit terdapat view menarik dihiasi patung yang sangat artistik, sehingga membuat banyak orang rela mencapai kawasan tersebut walaupun harus menempuh jalur cukup terjal.

Fasilitas di Kawasan Wisata

Fasilitas yang terdapat di Kawasan wisata Raja Lima Nusa Penida ini terbilang cukup lengkap. Fasilitas-fasilitas tersebut menunjang setiap keperluan wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini. Adapun fasilitas-fasilitas yang telah disediakan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Area parkir cukup luas
  • Toilet umum
  • Tempat sampah
  • Tempat penyewaan penginapan
  • Cafe
  • Warung
  • Gazebo dan tempat duduk

Tips Berkunjung ke Raja Lima Nusa Penida

Tips dan trik ini dapat kamu terapkan untuk mendapatkan pengalaman liburan yang lebih baik. Adapun beberapa tips dan trik yang bisa kamu terapkan ketika berkunjung ke Raja Lima Nusa Penida tersebut adalah:

  • Coba cari informasi terbaru lebih dahulu untuk memeriksa harga tiket masuk dan jam buka wisata.
  • Lakukan persiapan liburan jauh-jauh hari.
  • Catat dan teliti setiap barang atau perlengkapan yang ingin Anda bawa berlibur.
  • Jangan sampai ada yang ketinggalan.
  • Bawalah uang lebih kalau bisa membawa cadangan uang untuk menghindari resiko kerusakan kendaraan pribadi ataupun hal lainnya.
  • Jangan lupa untuk membawa obat-obatan pribadi.
  • Patuhi setiap peraturan yang berlaku di Bali khususnus di Raja Lima Nusa Penida ini.
  • Tetap jaga kebersihan area wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

5 Destinasi Wisata Horor di Bali yang Bikin Merinding, Apa Saja?

5 Destinasi Wisata Horor di Bali yang Bikin Merinding, Apa Saja?

Wisata Horor Bali
Foto: Wisata Horor Bali (maps.google.com)

Liburan seringkali identik dengan pemandangan indah, pantai yang memikat, dan kuliner lezat. Namun, bagaimana jika kita mencari pengalaman liburan yang berbeda dan menegangkan? Bali, pulau surga di Indonesia, tidak hanya menawarkan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki destinasi wisata horor yang dapat memberikan sensasi unik dan mendebarkan. 

Wisata horor di Bali memang tidak sengaja dibuat untuk menjadi destinasi horor. Sebaliknya, cerita misterius dan suasana yang menyeramkan sering kali timbul secara alami dari sejarah dan kepercayaan lokal. Berikut adalah lima destinasi wisata horor di Bali yang mungkin dapat mengubah cara kita melihat pulau ini.

1. Taman Festival Sanur

Wisata Horor Bali, Taman Festival Sanur
Foto: Taman Festival Sanur (maps.google.com)

Yang pertama adalah Taman Festival Sanur, sejak ditutupnya pada tahun 2000, Taman Festival Sanur di Bali telah menjadi tempat yang terbengkalai selama lebih dari dua dekade. Konon, setiap bangunan yang dulu ramai dengan kegembiraan kini menjadi tempat penungguan yang misterius.

Atmosfer mistis ini bahkan pernah dijadikan latar belakang untuk syuting berbagai program horor oleh stasiun TV lokal. Masyarakat setempat meyakini bahwa taman ini telah dijadikan tempat berkumpulnya makhluk halus, atau yang dalam kepercayaan Bali dikenal sebagai ‘leak’.

Petugas penjaga yang bertugas di Taman Festival Sanur melaporkan pengalaman aneh, seperti mendengar suara anak kecil berlarian di tengah kegelapan. Terlepas dari kondisinya yang terbengkalai, beberapa bagian dari taman ini tetap dijaga dengan baik, terutama kuil kecil yang menjadi lokasi upacara harian.

Petugas setempat secara bergantian meletakkan canang sari sebagai bentuk persembahan kepada para Dewa dan penghormatan kepada leluhur, meskipun sering kali harus melewati bangunan-bangunan yang sunyi dengan suara perempuan yang memanggil di malam hari. 

Meskipun telah lama terlupakan, Taman Festival Sanur tetap menarik minat para pengunjung yang mencari pengalaman horor dan memperdalam pemahaman mereka terhadap sejarah dan mistisisme di pulau Bali. Para pengunjung yang penasaran, bisa mengunjungi tempat ini di Jl. Padang Galak No.3, Kesiman, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali.

2. Pemakaman Desa Trunyan

Wisata Horor Bali, Pemakaman Desa Trunyan
Foto: Pemakaman Desa Trunyan (maps.google.com)

Desa Trunyan di sisi timur Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali, terkenal dengan tradisi pemakaman yang unik dan menyeramkan. Terletak di kawasan Kintamani, desa ini menyimpan berbagai kisah mistis dan misteri yang memikat pengunjung.

Tradisi pemakaman di Desa Trunyan menjadi fenomena tersendiri karena mayat-mayat tidak dikubur, melainkan diletakkan begitu saja di permukaan tanah. Pengunjung yang datang ke kuburan Trunyan akan disambut oleh pemandangan tumpukan tengkorak dan tulang belulang manusia yang menciptakan suasana yang tak biasa dan menyeramkan.

Sejarah Desa Trunyan diwarnai oleh mitos pohon taru menyan yang tumbuh di desa tersebut. Pohon ini konon telah berusia sekitar sebelas abad dan memiliki wangi yang sangat khas. Mitosnya mencakup kisah cinta antara sang kakak sulung dari Keraton Surakarta dan dewi penunggu pohon taru menyan.

Sebagai upaya untuk melindungi wangi pohon tersebut, tradisi unik pemakaman di Desa Trunyan pun terbentuk. Meskipun kondisinya terbengkalai, desa ini menjadi destinasi menarik bagi pengunjung yang tertarik dengan sejarah, keunikan tradisi, dan nuansa mistis Bali.

Akses ke Desa Trunyan juga mudah dijangkau oleh wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena unik ini. Dengan menyewa perahu di dermaga Kedisan di tepi Danau Batur, perjalanan menuju kuburan Trunyan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Biaya sekitar Rp100 ribu membuka kesempatan bagi para pecinta wisata horor untuk menjelajahi dan merasakan aura mistis yang menyelimuti Desa Trunyan.

3. Goa Jepang Klungkung

Wisata Horor Bali, Goa Jepang Klungkung
Foto: Goa Jepang Klungkung (maps.google.com)

Tempat lain yang tidak kalah menariknya yaitu Goa Jepang Klungkun. Goa ini  menyimpan sejarah angker dari era penjajahan Jepang di Indonesia. Goa ini awalnya dibuat sebagai bunker atau tempat persembunyian tentara Jepang dari musuh. Terletak di pinggir jalan perbatasan antara Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Gianyar, goa ini menjadi kurang diminati setelah pembangunan jalan by-pass Ida Bagus Mantra, yang membuat orang beralih jalur.

Kini, goa Jepang menjadi sepi pengunjung, ditinggalkan tanpa penjaga, dan hanya dihiasi oleh warung makan, menciptakan suasana seram dan angker. Warga sekitar bahkan melaporkan penampakan seorang manusia terluka parah di dalam goa, menambah aura misterius tempat ini.

Goa Jepang memiliki 16 lorong, dimana 14 lorong terhubung satu sama lain, sementara dua lorong lainnya panjang dan tidak terhubung. Dengan lorong sepanjang 4 meter dan tinggi sekitar 2 meter, wisatawan dapat menjelajahi setiap lorongnya. Meskipun terkenal sebagai tempat angker, goa ini memiliki nilai historis yang menjadikannya cagar budaya yang perlu dijaga. 

Pura di dalam goa menambah kesan angker, dan dengan kawasannya yang terbengkalai, tempat ini menjadi semakin menyeramkan. Meski begitu, keindahan goa ini masih terpancar, disertai dengan lahan parkir untuk para pengunjung yang ingin menikmati keunikan tempat ini.

Bangunan yang dulu digunakan sebagai tempat makanan dan pedagang souvenir kini juga mangkrak dan terbengkalai, memberikan sentuhan misterius pada atmosfer goa Jepang di Bali. Untuk para wisatawan yang penasaran dengan Goa ini, Goa Jepang terletak di Kabupaten Klungkung, Bali, terletak di Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan.

4. Hotel PI Bedugul

Hotel PI Bedugul
Foto: Hotel PI Bedugul (maps.google.com)

Hotel Pondok Indah, atau dikenal sebagai P.I Bedugul di Bali, menambah keunikan pulau ini dengan kisah mistis yang mengelilinginya. Berbeda dengan hotel-hotel lainnya, P.I Bedugul tidak pernah dihuni sejak pembangunannya pada tahun 1990.

Disebut sebagai Hotel Istana Berhantu atau Ghost Palace Hotel, tempat ini memiliki fasad mewah dengan kamar-kamar yang dilengkapi balkon luas dan pemandangan menawan di sekitarnya. Sayangnya, hotel ini tidak pernah menerima tamu dan terabaikan karena diyakini sebagai tempat yang berhantu.

Kisah mistis hotel ini semakin terasa dengan cerita bahwa pembangunan hotel telah menelan korban jiwa para pekerja yang terlibat. Meskipun masih berdiri kokoh hingga kini, sebagian atap dan bangunan kayu hotel telah lapuk dan roboh.

Penduduk setempat meyakini bahwa hotel ini telah menjadi istana hantu yang menarik penghuni dari dunia lain setelah ditinggalkan begitu lama. 

Meski ada kabar bahwa hotel ini dibangun oleh putra Presiden Soeharto, Tommy, atau dimiliki oleh orang Tionghoa yang akhirnya kehabisan uang, tidak ada keterangan resmi mengenai alasan pengelola meninggalkan hotel mewah ini. P.I Bedugul tetap menjadi destinasi misterius yang menarik minat para penjelajah keindahan dan misteri pulau Bali.

Untuk para pengunjung yang tertarik dan ingin memicu adrenalinnya, Hotel Puncak Indah (PI) Bedugul berlokasi di Banjar Adat Pakraman Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

5. Patung Bayi Sakah

Patung Bayi Sakah
Foto: Patung Bayi Sakah (maps.google.com)

Destinasi horor yang terakhir yaitu Patung Bayi Sakah yang terkenal akan keangkerannya. Meskipun sebenarnya merupakan perwujudan dari Sang Hyang Brahma Lelare, yang merupakan Sang Hyang Siwa Budha, patung ini sering disebut sebagai patung Bayu Sakah.

Dengan postur bayi yang duduk bersila dan menghadap ke selatan, patung ini memunculkan aura misterius. Di sebelah kanan dan kiri patung, tumbuh dua Pohon Pule, sementara sekelilingnya dilengkapi dengan pagar besi.

Sejarah patung ini dimulai pada tahun 1989, ketika Bupati Gianyar saat itu, Cokorda Darana, bersama sejarawan dan tokoh adat Batuan, membahas pembangunan patung yang layak untuk wilayah simpang tiga Kabupaten Gianyar.

Setelah berbagai usulan, akhirnya diputuskan untuk membangun patung bayi raksasa. Keputusan ini muncul setelah Ida Bagus Balik, keturunan pencetus pembangunan patung, mendapatkan petunjuk melalui semedi dan mimpi.

Patung Bayi Sakah menjadi simbol anak yang lahir dari pertemuan Siwa dan Budha, yaitu Brahma Lelare, seorang bayi yang sejak lahir pintar mempelajari sastra.

Selain keindahan artistiknya, patung ini dianggap keramat oleh warga setempat, yang percaya bahwa patung ini bisa menangis dan menoleh ke arah seseorang yang melihatnya. Banyak warga yang datang untuk bersembahyang di patung ini, memohon kelancaran hidup dan kemakmuran.

Patung Bayi Sakah yang terkenal dengan kisah mistisnya ini terletak di persimpangan Jalan Raya Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukowati, Gianyar, Bali.

Dan itulah beberapa tempat wisata horor yang patut dikunjungi saat berlibur ke Pulau Dewata ini. Dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut, tentunya wisatawan akan merasakan pengalaman liburan yang berbeda.

Meskipun demikian, penting untuk selalu menghormati kepercayaan lokal dan menjaga sikap sopan selama menjelajahi tempat-tempat ini. Kita dapat meresapi keindahan arsitektur yang memukau, menggali cerita mistis yang melekat, dan merasakan adrenalin yang memuncak di tempat-tempat yang dijelaskan di atas.

Eksplorasi 5 Kebun Binatang Terbaik di Bali

Eksplorasi 5 Kebun Binatang Terbaik di Bali

Eksplorasi 5 Kebun Binatang Terbaik di Bali

Kebun Binatang di Bali
Foto: Kebun Binatang di Bali (freepik.com)

Dengan keasrian alam dan kesejukan tropisnya, Bali bukan hanya surga bagi pecinta pantai, tetapi juga menyuguhkan petualangan yang mengasyikkan bagi para pencinta satwa liar. Mari meresapi keindahan pulau ini melalui artikel ini, yang akan membawa kita dalam eksplorasi seru ke berbagai kebun binatang di Bali.

Setiap langkah akan memperkenalkan kita pada kehidupan liar yang menarik, dan setiap belokan akan membuka pintu petualangan yang penuh kejutan. Sambutlah keunikan dan kecantikan kebun binatang Bali melalui mata dan cerita petualang ini. Destinasi ini menawarkan pengalaman unik dan memikat, membawa para pengunjung dalam perjalanan tak terlupakan ke dunia hewan yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Mari kita telusuri bersama keajaiban-keajaiban yang tersembunyi di balik pintu-pintu kebun binatang Bali yang menakjubkan ini.

1. Bali Zoo

Kebun Binatang di Bali, Bali Zoo
Foto: Bali Zoo (maps.google.com)

Bali Zoo merupakan salah satu kebun binatang terbesar yang ada di Bali. Kebun binatang ini berlokasi di Kabupaten Gianyar dan memiliki luas sekitar 12 hektar. Kebun binatang ini dihuni oleh kurang lebih 100 spesies satwa langka.

Ada banyak jenis hewan yang ada di kebun binatang ini seperti hewan mamalia, reptil dan burung. Hewan mamalia yang terancam punah seperti primata, rusa, macan suatera dan kanguru. Selain itu hewan buas seperti singa, harimau, buaya dan ular juga ada di kebun binatang ini. 

Jenis burung juga ada banyak spesies seperti burung jalak bali yang sudah hampir punah. Tempat wisata yang luas dan dengan harga tiket yang terjangkau akan membuat pengunjung nyaman dengan suasana alam yang ada di Bali Zoo.Pengunjung dapat berpartisipasi dalam kegiatan interaktif, seperti berfoto bersama satwa atau berpartisipasi dalam pengalaman makan malam bersama hewan.

2. Bali Bird Park

Kebun Binatang di Bali, Bali Bird Park
Foto: Bali Bird Park (maps.google.com)

Menyajikan keindahan dan keanekaragaman dunia burung, Taman Burung Bali merupakan tempat yang luar biasa bagi pecinta burung. Taman ini memiliki koleksi burung yang mengagumkan dan menyediakan pertunjukan luar biasa. Bali Bird Park berlokasi di Singapadu Gianyar dan memiki luas sekitar 2 hektar.

Taman burung ini menampung sekitar seribu jenis burung dari 250 spesies. Burung yang ada di taman ini berasal dari Indonesia, Afrika dan Amerika Selatan. Salah satu jenis burung langka yang berasal dari Bali juga ada di taman ini yaitu Burung Jalak Bali.

Selain hanya melihat burung, kamu juga bisa melihat proses perkembangbiakan burung yang dapat menambah wawasan. Selain itu di taman ini juga ada tanaman tropis yang jumlahnya hampir 2000 jenis yang tersebar di area taman. Tentu saja kamu bisa belajar sambil menikmati suasana alam.

3. Bali Safari and Marine Park

Bali Safari and Marine Park
Foto: Bali Safari and Marine Park (maps.google.com)

Bali Safari dan Marine Park ini bisa dikenal dengan Taman Safari Bali. Di taman ini kita bisa melihat kehidupan satwa liar yang hidup seperti habitat aslinya. Taman Safari Bali merupakan bagian dari Taman Safari Indonesia yang sudah ada hampir 20 tahun dalam menegelola binatang liar ini.

Dalam taman ini sekitar 60 spesies dan 400 ekor satwa langka yang berasal dari Indonesia, Afrika dan India. Satwa langka yang dari Indonesia seperti Jalak Putih, Burung Hantu, Tapir, Buaya, Babi Rusa dan Harimau Sumatera. 

Taman Safari Bali juga sangat cocok untuk menikmati alam karena dibuat hampir sama persis seperti habitat asli hewan. Salah satu kebun binatang terkemuka di Bali, Bali Safari & Marine Park menawarkan pengalaman safari yang mendalam. Pengunjung dapat menjelajahi habitat alami hewan-hewan eksotis, termasuk singa, gajah, dan zebra. Taman ini juga memiliki teater lumba-lumba dan pertunjukan satwa liar.

4. Bali Butterfly Park

Kebun Binatang di Bali, Bali Butterfly Park
Foto: Bali Butterfly Park (maps.google.com)

Bali Butterfly Park atau biasa dikenal Taman Kupu-Kupu Bali merupakan tempat untuk melestarikan kupu-kupu. Taman ini berlokasi di Wanasari, Tabanan. Kupu-kupu adalah hewan yang memiliki sayap yang sangat bervariasi dan indah.

Sayangnya, dengan adanya pertumbuhan kota-kota besar mengakibatkan spesies dari kupu-kupu menjadi langka. Untuk melestarikan kupu-kupu, mereka ditangkar dalam sebuah tempat yang dilindungi jaring-jaring di sekitar tempat penangkaran agar kupu-kupu dapat hidup dan dapat berkembang biak. 

Selain kupu-kupu, jika kita berkunjung ke taman ini, kita juga dapat melihat serangga, kajengking, tarantula dan berbagai kumbang.

5. Pulau Penyu

Pulau Penyu
Foto: Pulau Penyu (maps.google.com)

Pulau Penyu dianggap sebagai kebun binatang yang berfungsi sebagai tempat penangkaran salah satu hewan yang terancam langka di Bali. Di bagian selatan Bali, pulau ini berdampingan dengan tempat olahraga air terbesar di Bali, yakni Tanjung Benoa.

Saat bertandang di Pulau ini pengunjung bisa melihat hewan unik dan langka seperti kura-kura, burung, ular, monyet, iguana dan kelelawar. Tak hanya itu, pemandu lokal juga menjelaskan tentang proses penangkaran penyu dan kehidupannya yang sebenarnya.

Kita dapat merasakan keajaiban alam yang menghidupkan kisah-kisah unik setiap makhluk yang mendiami pulau ini. Dari keindahan yang memukau hingga pertunjukan yang mendalam, 5 kebun binatang di Bali bukan sekadar destinasi wisata, tetapi pintu menuju pemahaman dan kepedulian terhadap kehidupan satwa liar.

Semoga eksplorasi ini memberikan inspirasi dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya melindungi keanekaragaman hayati, sehingga pesona alam ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.