Prima Bali

logo prima bali

Cara Memilih Agen Travel Terpercaya, Liburan Tanpa Khawatir!

Cara Memilih Agen Travel Terpercaya, Liburan Tanpa Khawatir!

Cara Memilih Agen Travel Terpercaya
Foto: Cara Memilih Agen Travel Terpercaya (freepik.com)

Dalam melangkah ke dunia perencanaan perjalanan, langkah pertama yang krusial adalah memilih agen travel yang dapat diandalkan dan terpercaya. Keberhasilan sebuah petualangan seringkali bergantung pada kualitas layanan dan dedikasi agen travel. Dengan begitu banyak opsi yang tersedia, tugas memilih yang tepat dapat terasa menantang.

Oleh karena itu, panduan ini dirancang untuk memberikan arahan bijak dalam memilih agen travel, memastikan setiap langkah perjalanan diarahkan menuju kepuasan dan keamanan tanpa khawatir. Mari kita telusuri bersama panduan ini, sehingga kamu dapat merencanakan liburan tanpa beban, memastikan setiap detail perjalanan diurus dengan baik, dan membuka pintu menuju pengalaman liburan yang tiada duanya.

Cara Memilih Agen Travel Terpercaya

Berikut merupakan cara dan langkah dalam memilih agen travel terpercaya untuk liburan.

1. Telah Terdaftar Secara Resmi

Cara Memilih Agen Travel Terpercaya Terdaftar Resmi
Foto: Terdaftar Resmi (freepik.com)

Setiap badan usaha yang resmi haruslah terdaftar secara tertulis di lembaga terkait atau pemerintahan tertentu. Begitu pula halnya dengan travel agent.

Jadi, untuk memastikan travel agen tersebut terpercaya, pertama-tama kamu dapat menanyakan ke mitra bisnis tentang perizinan usaha yang dapat dipertanggungjawabkan. Apabila mitra telah terdaftar dengan beberapa berkas tertentu sebagai penyedia fasilitas perjalanan, maka travel agen tersebut memiliki potensi penipuan yang lebih kecil tentunya.

Namun demikian, bukan berarti travel agen yang sudah terdaftar sebagai badan usaha yang resmi tidak bisa melakukan penipuan. Kamu tetap harus memperhatikan jejak dari perusahaan terkait, agar tidak menjadi sasaran kebohongan dari bisnis bodong.

2. Lokasi yang Jelas

Cara Memilih Agen Travel Terpercaya Lokasi yang Jelas
Foto: Lokasi yang Jelas (freepik.com)

Walaupun bisnis agen travel dewasa ini lebih banyak dilakukan secara online, kamu tetap perlu untuk memastikan keberadaannya. Tempat atau alamat usaha menjadi bagian penting dari sebuah bisnis untuk menjadikannya professional dan terpercaya.

Meski jual beli paket dilakukan secara online, kamu wajib untuk mengetahui lokasi tempat bisnisnya. Dengan demikian, kamu sudah meminimalisasi risiko agar tidak mengalami kerugian sebab ditinggal pergi atau kemungkinan penipuan lainnya. Kamu tahu di mana harus mencari jika merasa tertipu atau ada masalah lainnya.

3. Kredibilitas Baik

Cara Memilih Agen Travel Terpercaya Kredibilitas Baik
Foto: Kredibilitas Baik (freepik.com)

Meski sedang terburu-buru merencanakan liburan, kamu sangat disarankan untuk tidak terburu-buru ketika memilih travel agent. Walaupun harus mengambil langkah cepat, kamu perlu untuk memperhatikan bagaimana latar belakang dari travel agent incaranmu agar tidak salah pilih.

Kredibilitas ini menjelaskan bagaimana travel agent terkait menjalankan bisnisnya, apakah mereka profesional dan berpengalaman atau justru masih sering mengecewakan kliennya. Dalam hal ini, kamu dapat memastikan kredibilitas dengan melihat testimoni klien yang sudah pernah menggunakan jasa mereka. Akan jauh lebih baik lagi jika kamu memiliki teman atau kerabat yang sudah pernah menggunakan jasa travel agen tersebut untuk testimony yang lebih terpercaya.

4. Sikap Transparan dalam Bertransaksi

Transaksi Transparan
Foto: Transaksi Transparan (freepik.com)

Ciri travel agent terpercaya selanjutnya adalah travel agent yang memungkinkan kamu bertransaksi dengan transparan. Artinya, mereka akan menjelaskan dengan detail setiap syarat dan ketentuannya termasuk harga dan fasilitas yang akan kamu dapatkan.

Travel agent yang tidak menutupi informasi apapun darimu tentunya memiliki potensi penipuan yang kecil. Sebagai contoh, mereka akan menjabarkan detail paketnya dengan sangat jelas. Mereka juga tidak akan menutup-nutupi harga ataupun syarat dan ketentuan yang berlaku.

5. Memiliki Pusat Bantuan yang Responsif

Responsif
Foto: Responsif (freepik.com)

Travel online dimanapun itu memiliki satu ciri khusus yang menandakan kredibilitasnya, yakni responsif, terutama di bagian pusat bantuan.

Baik melalui email, telepon, dan live chat, biasanya mereka akan dengan cepat membantu para calon pelanggan maupun para pelanggan tetapnya. Jika ada masalah, travel agent ini bisa dengan langsung membereskannya, sehingga para pelanggan tak perlu merasa gusar jika perjalanan atau liburan mereka ada yang bermasalah.

Hal ini membuktikan bahwa mereka tidak akan kabur dan siap membantu kliennya dalam kesulitan dan masalah apapun. Mereka bertanggung jawab atas kliennya mulai dari awal pembelian paket hingga liburan berakhir.

Dengan langkah bijak dalam memilih agen travel terpercaya, kamu telah membuka pintu menuju pengalaman liburan tanpa khawatir yang tak terlupakan. Kesuksesan perjalanan bukan hanya tentang destinasi yang indah, tetapi juga kualitas layanan yang kamu terima.

Sebagai langkah penutup, perlu dicatat bahwa agen travel memiliki peran krusial dalam menyusun dan menjalankan rencana perjalananmu. Dalam hal ini, satu nama yang telah memperoleh kredibilitas tinggi dan dipercaya oleh banyak pelanggan adalah Agent Prima Bali.

Agent Prima Bali tidak hanya menawarkan paket perjalanan yang mengagumkan, tetapi juga memberikan jaminan kualitas dan profesionalisme dalam setiap aspek layanan mereka. Dengan tim yang berdedikasi dan berpengalaman, Agent Prima Bali menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama.

Dengan berbagai pilihan paket liburan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran pelanggan, mereka telah membuktikan diri sebagai agen travel terpercaya dengan track record yang solid.

Pilihan bijak dalam mempercayakan perjalanan kepada Agen Prima Bali tidak hanya membawa ke destinasi yang menakjubkan, tetapi juga memastikan bahwa setiap detail perjalanan diatur dengan presisi dan perhatian.

Dengan mengandalkan agen travel terpercaya seperti Agent Prima Bali, pelanggan dapat merasakan kebebasan dan kenikmatan liburan tanpa beban, sementara mereka mengurus segala hal dari akomodasi hingga transportasi.

Sebagai penutup, mari kita beranjak dengan keyakinan bahwa melalui langkah bijak dalam memilih agen travel, seperti Agent Prima Bali, setiap perjalanan adalah sebuah petualangan yang layak diingat. Selamat menjelajah, dan semoga setiap langkah perjalanan dipenuhi dengan kebahagiaan dan keajaiban

Masjid Al Hidayah Bedugul Bali, Saksi Harmonisasi Masyarakat Bali

Masjid Al Hidayah Bedugul Bali, Saksi Harmonisasi Masyarakat Bali

Masjid Al Hidayah Bedugul Bali
Foto: Masjid Al Hidayah Bedugul Bali (maps.google.com)

Jika ada yang bertanya, apa yang membuat Pulau Bali menarik selain keindahan alamnya, maka jawabannya adalah keragaman budaya dan masyarakatnya. Keberagaman selalu menciptakan atmosfer unik di Pulau Dewata ini. Hampir di setiap sudutnya dipenuhi dengan warna-warni budaya dan interaksi antar masyarakat yang harmonis.

Salah satu manifestasi dari keberagaman ini dapat dilihat melalui berbagai unsur keagamaan yang tersebar di seluruh pulau, termasuk Masjid Al Hidayah di kawasan Bedugul. Masjid tersebut tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai cermin yang menampilkan keselarasan antara eksistensi agama Islam dan keelokan alam Bali.

Uniknya, masjid yang satu ini berhadapan langsung dengan Pura Ulun Danu di Danau Beratan, tempat dimana umat Hindu beribadah. Alih-alih terjadi perpecahan, eksistensi dari masjid ini sudah menyatu dengan umat Hindu, sehingga menambah kesan betapa harmonisnya kehidupan masyarakat di sana.

Keadaan ini secara signifikan mengurangi potensi konflik dalam interaksi sosial, karena tingginya tingkat toleransi yang telah ditanamkan oleh kedua pihak.

Selain dijadikan sebagai tempat ibadah oleh umat muslim, masjid ini juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan madrasah dengan berbagai tingkat mulai dari ibtidaiyah, tsanawiyah hingga aliyah. Masjid ini juga sering dijadikan tempat untuk acara-acara keagamaan, seperti pengajian, tausiyah, dan pernikahan.

Disekitaran area masjid juga terdapat makam kuno yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai makam tokoh islam di masa lampau. Makam-makan ini tidak hanya dirawat dan dihormati oleh umat islam saja, melainkan masyarakat  Hindu juga turut serta berpartisipasi untuk menjaganya.

Sejarah Masjid Al Hidayah

Masjid Besar al-Hidayah di Desa Candikuning memiliki sejarah panjang yang mencerminkan keragaman budaya dan toleransi agama di Bali. Awalnya dikenal sebagai Langgar Candikuning, masjid ini didirikan pada 1927 di atas lahan hasil.

Gagasan pembangunan langgar ini melibatkan pemuka agama setempat, termasuk mereka yang berasal dari umat Hindu. Awalnya bangunan ini terbilang cukup sederhana karena hanya memiliki ukuran sekitar 5×5 meter persegi.

Pada tahun 1948, karena pertumbuhan umat Islam di Desa Candikuning, langgar tersebut diubah menjadi masjid permanen melalui renovasi yang melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Perbaikan berlanjut pada tahun 1978 dan beberapa kali dilakukan untuk menampung jumlah jamaah yang terus bertambah.

Yayasan Sosial al-Hidayah kemudian dibentuk oleh tokoh muda desa untuk menggalang dana guna renovasi besar-besaran. Presiden Soeharto juga turut menyumbang, dan masjid ini akhirnya menjadi Masjid Besar al-Hidayah dengan peresmiannya oleh wakil gubernur Bali, Muljono.

Renovasi terakhir pada tahun 2009, dengan menambahkan empat soko guru dan dua menara, serta ornamen khas Bali pada berbagai sisi eksterior, memperkuat identitas masjid sebagai simbol kerukunan antar umat beragama dan keberagaman budaya di Bali.

Kemudian pada tahun 2016, Masjid Al-Hidayah Bedugul Bali mendapatkan peringkat dua tingkat nasional Masjid Paripurna (masjid percontohan) dari Kementerian Agama.

Lokasi dan Akses

Masjid Masjid Al Hidayah Bedugul Bali terletak di di Candi Kuning, Bedugul, Kec. Baturiti. Kab.Tabanan, Bali. Untuk mencapai masjid ini, wisatawan perlu menempuh jarak sekitar 54,1 KM dari Denpasar dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 37 menit.

Bagi para wisatawan yang membawa kendaraan motor atau mobil, akses parkir kendaraan berada di area parkir bawah masjid, sedangkan untuk wisatawan yang menggunakan bis are parkirnya berada di pinggir danau.

Untuk mencapai wilayah masjid ini, wisatawan perlu melewati beberapa puluh anak tangga terlebih dahulu. Setelah itu, terdapat jalur dua arah yang mengarah ke tempat wudhu untuk wanita dan pria.

Di sepanjang tangga tersebut, terdapat banyak pedagang yang menawarkan berbagai oleh-oleh khas Bali, seperti sarung Bali, topi anyaman, dan produk lainnya. Selain itu, tersedia beragam makanan, termasuk buah-buahan segar dan keripik yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.       

Saat wisatawan mencapai bagian atas bangunan masjid, mereka akan disuguhi oleh keindahan panorama Danau Beratan. Tenang saja, akan ada jasa foto yang akan membantu wisatawan untuk mengabadikan momen selama di sini dengan menawarkan latar masjid ataupun danau.

Fasilitas dan Arsitektur Masjid Al Hidayah

Masjid ini tergolong memiliki fasilitas yang cukup lengkap, termasuk area parkir yang luas, kamar mandi yang banyak, area wudhu, dan gazebo yang tersebar di sekitar kompleks masjid. 

Bagian dalam masjid juga dilengkapi dengan sajadah yang empuk, ditambah adanya AC membuat ruangan menjadi lebih sejuk dan nyaman. Air yang disediakan masjid ini terbilang cukup dingin karena berasal dari sumber mata air pegunungan, jadi jangan kaget saat wudhu.

Selain fasilitasnya yang lengkap, Masjid Al Hidayah juga memikat hati wisatawan dengan arsitekturnya yang memesona. Terletak di ketinggian, masjid ini dirancang dengan gaya arsitektur yang menggabungkan nuansa Bali dan Timur Tengah.

Kubah berwarna putih bersanding dengan ornamen-ornamen khas Bali yang dipadukan dengan indah. Ditambah dengan menara masjid yang menjulang tinggi yang menjadi landmark kawasan bedugul menciptakan harmoni yang unik dan memanjakan mata.

Masjid Al Hidayah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religius yang menarik. Wisatawan yang datang dapat menyaksikan secara langsung keindahan arsitektur masjid, merasakan ketenangan di dalamnya, dan bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar.

Penting untuk dicatat bahwa masjid ini bukan hanya milik umat Muslim, tetapi milik bersama bagi semua orang yang menghargai keberagaman. Dengan begitu, Masjid Al Hidayah menjadi simbol keberagaman dan toleransi yang patut diapresiasi oleh seluruh Masyarakat.

Itu dia Informasi menarik seputar Masjid Al Hidayah Bedugul Bali. Tertarik untuk mengunjungi masjid yang menjadi simbol keberagaman ini? Segera hubungi Prima Bali Tour Services untuk mendapat insight dan informasi lebih banyak.

Museum Bali Puputan, Wisata Edukasi di Bali

Museum Bali Puputan, Wisata Edukasi di Bali

Museum Bali Puputan
Foto: Museum Bali Puputan (maps.google.com))

Bali memang identik dengan destinasi wisata bentang alamnya yang ikonik. Namun, bagi sebagian orang, mungkin ada kalanya merasa jenuh dengan aktivitas outdoor.

Untungnya, di pulau ini menawarkan berbagai alternatif destinasi wisata indoor yang tentunya tak kalah menarik, seperti mengunjungi museum, art gallery, wisata kuliner, dan masih banyak opsi pilihan lain yang dapat dipilih sesuai dengan yang kamu minati.

Berbicara mengenai aktivitas indoor, tentunya mengunjungi museum menjadi opsi menarik yang bisa dipilih wisatawan yang ingin melakukan wisata edukasi. Dari banyaknya museum yang tersebar di Pulau Bali, Museum Bali Puputan bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata edukasi menarik yang bisa kamu kunjungi.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Museum Bali Puputan adalah tempat yang digunakan untuk merawat peninggalan masa lalu dan aspek etnografi.

Koleksinya mencakup berbagai jenis barang, seperti peralatan sehari-hari, karya seni, benda-benda keagamaan, tulisan berbahasa, dan item lain yang mencerminkan kehidupan serta evolusi budaya Bali pada masa lalu.

Sejarah Museum Bali Puputan

Museum Bali Puputan
Foto: Museum Bali Puputan (maps.google.com/museumpuputan)

Museum Bali didirikan berdasarkan konsep yang diusulkan oleh arsitek WFJ Kroon antara tahun 1909-1913. Pada saat itu, selain berperan sebagai seorang arsitek, Kroon juga menjabat sebagai Asisten Residen Bali Selatan di Denpasar.

Konsep awal ini diwujudkan dalam proyek pembangunan Gedung Arca, yang melibatkan kerja sama dengan beberapa arsitek lokal, yaitu I Gusti Gede Ketut Kandel dari Banjar Abasan dan I Gusti Ketut Rai dari Banjar Belong, juga kolaborasi dengan arsitek asal Jerman, Curt Gundler.

Pada tahun 1930, Kepala Dinas Purbakala saat itu, yaitu WF Stutterheim, mengusulkan untuk melengkapi bangunan tersebut dengan beragam koleksi artefak etnografi.

Sebagai hasil dari usul ini, bangunan tersebut bertransformasi menjadi sebuah museum. Pengelolaan museum dilakukan oleh sebuah yayasan yang terdiri dari seorang ketua dan beberapa anggota, termasuk I Gusti Ngurah Alit yang merupakan raja Badung.

Kemudian, pada tahun 2000, Pemerintah Provinsi Bali mengambil alih pengelolaan Museum Bali setelah sebelumnya diresmikan pada tanggal 8 Desember 1932. Museum ini memiliki beberapa bangunan yang digunakan untuk pameran koleksi benda-benda bersejarah secara permanen.

Lokasi Museum Bali Puputan

Museum Bali terletak di Jalan Mayor Wisnu No. 1, Dangin Puri, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Tempatnya berada di pusat kota Denpasar dan dapat dengan mudah diakses dari berbagai arah. Jarak antara Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Museum Bali sekitar 14 kilometer.

Jika lalu lintas berjalan lancar, kamu bisa mencapainya dalam estimasi waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan mobil. Lalu, jika kamu berangkat dari Uluwatu Temple, diperkirakan akan memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Jika kamu berangkat dari Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, perjalanan akan menghabiskan waktu sekitar 55 menit. Sementara itu, jika kamu memulai perjalanan dari Pantai Kuta, maka kamu akan tiba dalam waktu sekitar 45 menit.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Museum Bali Puputan beroperasi pada hari Senin – Minggu pada pukul 07.30 – 15.30 WITA. Namun, disarankan untuk tidak mengunjunginya di pagi hari kisaran pukul 08.00 WITA karena biasanya museum ini akan ramai pengunjung.

Untuk tiket masuk, pengunjung lokal akan dikenakan biaya sebesar Rp25.000 untuk kategori dewasa dan Rp10.000 untuk kategori anak-anak. Sedangkan untuk pengunjung asing akan dikenakan biaya sebesar Rp50.000 untuk kategori dewasa dan Rp25.000 untuk kategori anak-anak.

Museum ini menawarkan jasa tempat foto pre-wedding, tentunya dengan harga yang berbeda dengan biaya masuk saat kamu hanya berkunjung. Untuk melakukan sesi foto pre-wedding di museum ini, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp500.000

*Perlu dicatat bahwa harga yang terlampir di atas sewaktu-waktu dapat berubah.

Fakta Lain Museum Bali Puputan

Setelah mengetahui deskripsi mengenai Museum Bali Puputan, ternyata museum ini memiliki fakta-fakta lainnya. Berikut fakta-fakta lainnya dari Museum Bali Puputan, yaitu:

  1. Museum Bali adalah institusi museum tertua di Bali yang erat kaitannya dengan industri pariwisata budaya. Museum ini mengandalkan kekayaan budaya sebagai daya tarik utamanya dengan beragam koleksi yang menarik, termasuk barang-barang kerajinan, informasi mengenai adat istiadat, sejarah daerah di Bali, arsitektur Bali, dan seni Bali.
  2. Kompleks museum ini memiliki ukuran yang cukup besar karena terdiri dari empat bangunan pameran. Bangunan-bangunan tersebut dikenal dengan nama Gedung Tabanan, Gedung Buleleng, Gedung Karangasem, dan Gedung Timur. Setiap bangunan ini berfungsi untuk menyimpan koleksi museum yang telah terorganisasi dalam kategori-kategori tertentu.
  3. Museum Bali memiliki arsitektur tradisional Bali yang menakjubkan dan penuh pesona. Area sekitarnya juga terjaga dengan baik dan bersih. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika museum ini banyak dipilih sebagai latar belakang untuk sesi foto prewedding.
  4. Museum Bali terletak di pusat kota Denpasar, sehingga pengunjung yang datang ke sana juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata lain yang terletak di sekitar kawasan tersebut. Beberapa dari tempat-tempat tersebut mencakup Pura Agung Jagatnatha, Lapangan Puputan Badung, dan kawasan Renon yang merupakan pusat administrasi pemerintahan Denpasar.

Itulah Informasi seputar Museum Bali Puputan. Untuk kamu yang ingin memiliki pengalaman wisata edukasi di Pulau Bali, Museum Bali Puputan bisa dijadikan alternatif pilihan terbaik untuk kamu kunjungi.

Tertarik untuk mengunjungi museum yang kaya koleksi peninggalan masa lalu dan aspek etnografi ini? Segera hubungi Prima Bali Tour Services untuk mendapat insight dan informasi lebih banyak.

Pura Tanah Lot Tabanan Bali, Pesona Pura Wisata Dunia

Pura Tanah Lot Tabanan Bali, Pesona Pura Wisata Dunia

Pura Tanah Lot Tabanan Bali adalah salah satu Pura (Tempat Ibadah Umat Hindu) yang sangat disucikan di Bali, Indonesia. Di sini ada dua Pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari Pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan Pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Selain itu juga Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.

Sejarah Pura Tanah Lot Tabanan Bali

Sejarah Pura Tanah Lot Bali Indonesia berdasarkan legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali.

Dalam sejarah Tanah Lot, dikisahkan Dang Hyang Nirartha, melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali, maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi dari sinar tersebut dan tibalah beliau di sebuah pantai di desa yang bernama desa Beraban Tabanan.

Pada saat itu desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti, menganut aliran monotheisme.Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo yang pada awalnya berada di daratan.Dengan berbagai cara Bendesa Beraban ingin mengusir keberadaan Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.

Menurut sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batu karang yang berada di tengah lautan. Semenjak peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian yang dimiliki Dang Hyang Nirartha dengan menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.

Dikisahkan di sejarah Tanah Lot, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman. Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali. Semenjak hal ini rutin dilakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Bagian-bagian Pura Tanah Lot Tabanan Bali 

Pura Tanah Lot Tabanan Bali
Foto: Pura Tanah Lot Tabanan Bali (maps.google.com/tanahlot)

Tanah Lot berdiri di atas sebuah pulau batu karang seluas 3 hektar di dekat Pantai Beraban. Bagian Pura Tanah Lot dibangun di dataran karang yang hanya terdiri dari satu halaman polos sebagai Jeroan. Adapun sebuah bangunan utama digunakan untuk menyembah Dewa Baruna atau Bhatara Segara, yakni dewa kekuatan laut. Di beberapa sudut dari terumbu karang di sekitar Pura Tanah Lot terdapat ular jinak berwarna hitam dan putih atau ular poleng yang dipercaya sebagai makhluk yang dikeramatkan dan disucikan. Di sebelah utara Pura Tanah Lot, terdapat sebuah Pura Batu Bolong yang dibangun di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura Batu Bolong dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung).

Keunikan Pura Tanah Lot Tabanan Bali

Daya tarik Pura Tanah Lot bagi wisatawan tidak lain berasal dari berbagai keunikan yang dimilikinya. Satu di antaranya adalah keberadaan mata air suci yang berasal dari sumber mata air tawar yang muncul dari tengah lautan. Air yang keluar dari sumber mata air tawar tersebut dipercaya bisa membawa berkah. Sebagai sebuah pura megah yang dibangun di atas sebuah pulau karang tentu saja Pura Tanah Lot juga menawarkan pemandangan yang indah. Pemandangan menjadi lebih indah ketika air tengah pasang, di mana pura tersebut seolah-olah tengah terapung di tengah laut. Selain itu, waktu terbaik untuk menikmati pemandangan Pura Tanah Lot adalah dengan menatap siluetnya ketika matahari terbenam. Tak heran jika kemudian Pura Tanah Lot disebut sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunset di Bali.

Lokasi Pura Tanah Lot berada di atas tebing karang di sisi Pantai Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Pura ini berjarak sekitar 13 km dari Kota Tabanan atau sekitar 30 km dari Kota Denpasar. Jika berangkat dari Bandara Ngurah Rai, maka Pura Tanah Lot dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit. Untuk mencapainya, wisatawan dapat menggunakan berbagai pilihan transportasi mulai dari motor, mobil, maupun bus.

Harga Tiket dan Jam Buka

Wisatawan anak-anak (6-12 tahun) dikenakan harga tiket Rp 15.000 per orang. Wisatawan dewasa (lebih dari 12 tahun) dikenakan harga tiket Rp 20.000 per orang. Harga tiket Pura Tanah Lot untuk turis mancanegara yaitu: Wisatawan anak-anak (6-12 tahun) dikenakan harga tiket Rp 30.000 per orang. Wisatawan dewasa (lebih dari 12 tahun) dikenakan harga tiket Rp 60.000 per orang. Adapun jam buka obyek wisata Pura Tanah setiap hari adalah dari pukul 07.00 – 19.00 WITA

Kebun Kopi Bali Kintamani, Memetik Kelezatan dari Lahan Vulkanik

Kebun Kopi Bali Kintamani, Memetik Kelezatan dari Lahan Vulkanik

Kebun Kopi Bali Kintamani adalah surga bagi para pecinta kopi dan pecinta alam. Terletak di kawasan dataran tinggi Kintamani, Bali, kebun kopi ini menyajikan pengalaman yang tak terlupakan yang menggabungkan keindahan alam yang menakjubkan dengan cita rasa kopi yang luar biasa. Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam tentang Kebun Kopi Kintamani, termasuk sejarah, lokasi, harga, daya tarik, dan testimoni positif dari pengunjung yang telah merasakannya.

Kebun kopi Kintamani, sebuah perhentian yang memukau di dataran tinggi Kintamani, adalah penanda penting dalam budaya kopi di Bali. Terletak di kawasan dengan latar belakang indah Gunung Batur dan Danau Batur, kebun kopi ini bukan hanya sebuah tempat untuk mengejar kenikmatan kopi yang lezat, tetapi juga sebuah jendela yang membawamu lebih dalam ke dalam dunia pertanian kopi. Kebun ini adalah rumah bagi berbagai varietas kopi arabika yang tumbuh di tanah vulkanik subur, dan kunjungan ke sini adalah kesempatan untuk belajar tentang proses panen, pengolahan, dan pembuatan kopi, sambil menikmati keindahan pemandangan alam yang menakjubkan. Kebun kopi Kintamani adalah destinasi yang sempurna untuk para pecinta kopi dan mereka yang mencari pengalaman yang menggabungkan kekayaan alam dan budaya Bali dalam secangkir kopi yang segar dan nikmat.

Sejarah Kebun Kopi Bali Kintamani

Kebun Kopi Kintamani memiliki sejarah panjang dalam budaya kopi Indonesia. Kopi arabika, salah satu jenis kopi paling terkenal di dunia, pertama kali diperkenalkan ke Indonesia oleh kolonial Belanda pada abad ke-17. Di dataran tinggi Kintamani, dengan tanah vulkaniknya yang subur dan iklim yang ideal, kopi arabika tumbuh dengan baik dan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.

Kebun Kopi Kintamani sendiri telah ada selama beberapa generasi, dikelola oleh keluarga petani lokal yang mewarisi pengetahuan dan keterampilan dalam bercocok tanam kopi. Seiring berjalannya waktu, kebun ini telah berkembang menjadi salah satu produsen kopi terkemuka di Bali, dan produknya dinikmati oleh para pecinta kopi di seluruh dunia. Kini, Kebun Kopi Kintamani memainkan peran penting dalam mendukung ekonomi masyarakat setempat dan melestarikan tradisi pertanian kopi di Bali.

Lokasi Kebun Kopi Bali Kintamani

Kebun Kopi Kintamani terletak di dataran tinggi Kintamani, sebuah daerah yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan dan berada di kaki Gunung Batur, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Bali. Lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 1.200-1.500 meter di atas permukaan laut memberikan iklim yang sejuk dan kondisi pertumbuhan yang ideal untuk kopi arabika.

Selama perjalanan menuju Kebun Kopi Kintamani, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan indah Gunung Batur dan Danau Batur yang terletak di sekitarnya. Jalan menuju kebun ini juga memungkinkan untuk melewati desa-desa tradisional Bali yang menakjubkan. Kesempatan untuk mengeksplorasi keindahan alam dan budaya sekitar adalah salah satu daya tarik utama kunjungan ke kebun kopi ini.

Harga dan Tur Kebun Kopi

Kebun Kopi Kintamani terbuka untuk pengunjung yang ingin belajar lebih banyak tentang proses pembuatan kopi dan merasakan kopi berkualitas tinggi yang dihasilkan di sana. Harga tur dan pengalaman di kebun ini bervariasi tergantung pada jenis tur yang kita pilih. Tur biasanya mencakup berbagai kegiatan, seperti berjalan-jalan di kebun kopi, mengamati proses panen dan pengolahan biji kopi, serta sesi kopi tasting.

Harga tur biasanya berkisar antara Rp50.000-Rp150.000 per orang, tergantung pada lama dan jenis tur yang kamu pilih. Meskipun harga terasa sedikit lebih mahal daripada tur biasa, pengalaman ini akan memberikan wawasan yang berharga tentang dunia kopi.

Daya Tarik Kebun Kopi Bali Kintamani

Berikut beberapa daya tarik dari Kebun Kopi Kintamani yang dapat kamu pertimbangkan untuk mengunjunginya, diantaranya:

1. Pengalaman Belajar

Salah satu daya tarik utama Kebun Kopi Kintamani adalah pengalaman belajar yang diberikan kepada pengunjung. Kamu akan diperkenalkan dengan berbagai tahapan proses pertanian kopi, termasuk penanaman, panen, pengupasan biji, pengeringan, hingga proses roasting yang mengubah biji kopi hijau menjadi kopi siap saji. Panduan para ahli akan menjelaskan setiap langkah dengan detail, sehingga kamu akan memahami pemahaman yang lebih dalam tentang kopi.

2. Kopi Tasting

Salah satu momen puncak dari kunjungan ke Kebun Kopi Kintamani adalah sesi kopi tasting. Kamu akan memiliki kesempatan untuk mencicipi berbagai varietas kopi yang dihasilkan di kebun ini. Rasa kopi Kintamani sering dikenal dengan cita rasa yang ringan, seimbang, dan lembut, dengan sentuhan buah-buahan dan bunga yang khas.

3. Pemandangan Alam yang Menakjubkan

Lokasi Kebun Kopi Kintamani yang berada di dataran tinggi menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Dengan latar belakang Gunung Batur dan Danau Batur, pengunjung dapat menikmati pemandangan yang spektakuler sambil menikmati secangkir kopi. Suasana yang sejuk dan damai membuat tempat ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati alam.

4. Kehijauan dan Keasrian

Kebun Kopi Kintamani dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang subur. Pengunjung dapat menjelajahi kebun yang hijau dan sejuk, menghirup udara segar, dan menikmati keheningan alam. Ini juga menjadi peluang yang baik untuk melihat berbagai flora dan fauna yang hidup di sekitar area tersebut.

Testimoni Positif dari Pengunjung

 Kebun Kopi Kintamani telah menerima beragam testimonial positif dari para pengunjung yang telah merasakan pengalaman unik ini:

  1. “Saya adalah seorang pecinta kopi sejati, dan kunjungan ke Kebun Kopi Kintamani adalah impian yang menjadi kenyataan. Saya belajar begitu banyak tentang kopi, dan rasanya begitu segar dan nikmat. Pemandangan di sini juga luar biasa.”
  2. “Tur ke Kebun Kopi Kintamani adalah salah satu momen terbaik selama liburan kami di Bali. Kami belajar begitu banyak tentang kopi, dan kopi tasting-nya mengubah pandangan kami tentang cita rasa kopi. Sangat direkomendasikan!”
  3. “Saya merasa begitu dekat dengan alam dan lingkungan saat mengunjungi kebun kopi ini. Suasana yang damai dan hijau membuat saya merasa tenang dan rileks. Saya pasti akan kembali lagi.”
  4. “Kebun Kopi Kintamani adalah tempat yang sempurna untuk belajar tentang kopi dan menikmati keindahan alam sekitarnya. Staf yang ramah dan penjelasan yang baik membuat kunjungan ini sangat berkesan.”

Kebun Kopi Bali Kintamani adalah destinasi yang sempurna bagi pecinta kopi dan mencari pengalaman yang lebih dalam dengan alam Bali. Selain menjelajahi keindahan alam, kamu juga dapat menggali pengetahuan tentang budidaya kopi yang menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Jadi, jika merencanakan perjalanan ke Bali, pastikan untuk menyertakan Kebun Kopi Bali Kintamani dalam daftar tujuan agar dapat merasakan kelezatan kopi yang unik sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.

Pura Taman Ayun: Situs Ikonik Warisan Budaya Dunia

Pura Taman Ayun: Situs Ikonik Warisan Budaya Dunia

Pura Taman Ayun – Pulau Bali memang didominasi oleh mayoritas penduduk yang menganut agama Hindu, dan hal ini membuat setiap sudut pulau ini dipenuhi dengan pura. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa julukan “The Island of Thousand Temples” diberikan kepada Bali. Tak hanya sebagai tempat beribadah bagi pemeluk agama Hindu, pura-pura di Pulau Dewata ini juga kerap dijadikan destinasi berkat lanskapnya yang indah.

Berbicara soal pura, tak lengkap rasanya jika tidak membahas salah satu pura yang menjadi favorit para wisatawan, yaitu Pura Taman Ayun. Pura ini menawarkan panorama yang luar biasa, sesuai dengan arti namanya yang mencerminkan keindahan pura di dalam taman. Selain panoramanya, pura ini juga sarat akan nilai sejarah yang penting di pulau tersebut. Oleh karena itu, pada tahun 2002, Pemerintah Daerah Provinsi Bali mengajukan usulan kepada UNESCO untuk mengakui pura ini sebagai bagian dari Daftar Warisan Dunia. Akhirnya, pada tahun 2012, UNESCO secara resmi menambahkan Pura Taman Ayun ke dalam daftar situs warisan budaya dunia.

Melalui artikel ini, Prima Bali akan mengajak kamu untuk mengeksplorasi lebih jauh seluk beluk pesona Pura Taman Ayun serta informasi penting wajib kamu tahu sebelum mengunjungi destinasi yang satu ini.

Mengulik Sejarah Pura Taman Ayun

Sejarah Pura Taman Ayun
Foto: Sejarah Pura Taman Ayun (maps.google.com/puratamanayun)

Setelah mendirikan Pura Ulun Danu Beratan pada tahun 1624 Masehi, Raja I Gusti Agung Putu menyadari bahwa masyarakat Mengwi kesulitan untuk melakukan persembahyangan karena lokasi pura utama yang terlalu jauh. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk membangun Pura Taman Ayun untuk digunakan oleh penduduk Mengwi. Pembangunan pura ini dimulai pada tahun 1632 Masehi dengan menggabungkan konsep arsitektur Bali yang merujuk pada Asta Kosala Kosali dan Asta Bumi. Tetapi juga menggunakan teknik perancangan Tionghoa. Pura ini dirancang oleh seorang arsitek bernama Tan Hu Cin Jin, yang dikenal sebagai Ing Khan Ghoul, seorang keturunan Tionghoa yang menetap di Banyuwangi dan sahabat baik Raja yang sering dipanggil I Kaco. 

Proses pembangunan Pura sakral ini selesai dalam dua tahun, pada tahun 1634 Masehi. Seiring dengan perkembangan Mengwi menjadi sebuah kerajaan yang besar, Raja I Gusti Agung Putu memindahkan dan memperluas pura tersebut ke arah timur. Pura yang telah diperluas ini secara resmi dikenal sebagai Pura Taman Ayun. Setiap hari Selasa Kliwon wuku Medangsia bulan keempat tahun 1556 Saka, upacara piodalan diadakan di pura ini untuk merayakan ulang tahun berdirinya pura.

Pura ini mengalami beberapa kali renovasi besar selama sejarahnya. Renovasi utama dilakukan pada tahun 1937, lalu pada tahun 1949 dilakukan pembaruan pada kori agung, gapura bentar, dan pembangunan wantilan besar. Dua perbaikan berikutnya terjadi pada tahun 1972 dan 1976.

Pelinggih di Pura Taman Ayun

Pelinggih di Pura Taman Ayun
Foto: Pelinggih di Pura Taman Ayun (maps.google.com/puratamanayun)

Pura Taman Ayun juga mencakup pelinggih-pelinggih yang berfungsi sebagai tempat persembahan atau penyembahan dari beberapa pura di seluruh Bali. Maksud dan tujuan dibangunnya pelinggih-pelinggih tersebut adalah untuk memohon restu bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kesuburan negara Kerajaan Mengwi. Pelinggih ini juga memberikan kesempatan kepada seluruh penduduk Mengwi untuk berpartisipasi dalam upacara keagamaan, seperti ajar-ajar, memendak sang pitara, dll.

Pura Taman Ayun juga memiliki pelinggih khusus untuk menyembah “Pasek Badak” yang merupakan tempat penyembahan rohnya Pasek Badak yang dihormati oleh seluruh Balaputra, termasuk para prajurit kerajaan. Selain sebagai tempat beribadah, Pura ini juga berfungsi sebagai taman yang digunakan untuk istirahat dan rekreasi oleh keluarga kerajaan Mengwi.

Daya Tarik Pura Taman Ayun

Daya Tarik Pura Taman Ayun
Foto: Daya Tarik Pura Taman Ayun (maps.google.com/puratamanayun)

Pura ini terdiri dari pelataran luar serta tiga pelataran dalam. Pelataran luar berada di sebelah luar kolam, dengan sebuah jembatan yang melintasi kolam untuk mencapai pintu gerbang yang berbentuk gapura.

Pada bagian awal pelataran, terdapat sebuah kolam yang dihiasi oleh bunga teratai. Di tengah kolam tersebut, terdapat sebuah monumen yang mengalirkan air ke sembilan arah yang berbeda sesuai dengan mata angin.

Kemudian pada pelataran kedua, terdapat relief-relief yang mengilustrasikan sembilan dewa penjaga arah mata angin, yang dikenal sebagai Dewata Nawa Sanga. Di pelataran ketiga, wisatawan akan menemukan berbagai struktur seperti Meru, Candi, Gedong, Padmasana, Padma Rong Telu, dan bangunan lainnya.

Struktur pelataran ketiga diyakini mencerminkan tiga tingkatan dalam kosmologi dunia. Pertama, pelataran terbawah melambangkan tempat manusia, pelataran kedua adalah tempat di mana para dewata bersemayam, dan pelataran teratas mencerminkan nirwana, yang merupakan tempat kediaman Tuhan Yang Maha Esa.

Lokasi Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun terletak di desa Mengwi, Kabupaten Badung, sekitar 18 kilometer sebelah barat laut Kota Denpasar, Bali, Indonesia. Untuk mencapai tempat ini, kamu membutuhkan waktu sekitar 60 -90 menit berkendara atau 31 km dari Pelabuhan Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Pura Taman Ayun cukup mudah diakses, dan ada area parkir yang luas untuk pengunjung. Jika kamu tidak ingin mengemudi sendiri, kamu juga dapat menyewa sepeda motor atau menggunakan layanan taksi atau ojek (motor taxi) lokal untuk mencapai Pura dari lokasi manapun di Bali. Pastikan untuk memeriksa peta atau GPS agar tidak tersesat.

Jam Operasional  dan Harga Tiket Masuk Destinasi

Pura Taman Ayun beroperasi di hari Senin-Minggu mulai dari pukul 08.00 – 18.00 WITA. Walaupun beroperasi setiap hari dari jam 08.00 – 18.00 WITA, ada periode tertentu yang bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi kamu yang ingin mengunjungi wisata ini. Sebagai contoh, antara pukul 09.00 dan 10.00 pagi karena waktu ini cenderung memiliki tingkat kunjungan yang lebih rendah, sehingga kamu dapat menikmati keindahan pura dengan lebih tenang.

Harga tiket masuk ke pura dapat berubah dari waktu ke waktu, jadi penting untuk memeriksa harga tiket yang terbaru sebelum kamu mengunjungi pura tersebut. Per Oktober 2023, harga tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah sekitar Rp15.000 untuk orang dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Sedangkan untuk wisatawan asing akan dikenakan biaya sebesar Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak. Kemudian untuk memudahkan transaksi, menawarkan berbagai alternatif pembayaran, seperti tunai, kartu kredit/debit, dan QRIS. Namun penting untuk dicatat bahwa harga tiket dan Metode pembayaran dapat berubah tergantung pada aturan dan kebijakan yang berlaku saat kamu berkunjung. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memeriksa harga tiket yang terbaru dan informasi terkait di situs web resmi atau sumber terpercaya sebelum pergi ke Pura Taman Ayun.

Review

Masih ragu untuk mengunjungi pura yang satu ini? Yuk, intip beberapa ulasan yang diberikan wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke pura ini. Ulasan dibawah ini dilansir dari Tripadvisor.

1. Kadek Wijarna (★★★★★)

Pura ini sangat indah dikelilingi oleh telaga yang menambah keindahanya. Banyak tourist juga yang berkunjung saat kondisi normal. Saat hari raya Galungan dan Kuningan banyak dikunjungi wisatawan lokal.

2. Kadek Wijarna (★★★★★)

Selain untuk bersembahyang bagi umat hindu, di taman ayun ini juga bisa memancing ikan dan bersantai bersama keluarga. Tempatnya adem sejuk bersih dan terawatt

3. Elsa (★★★★☆)

Tempat yang sejuk, tenang, dan syarat sejarah. Wajib dikunjungi saat berlibur ke Bali. Pasti para pengunjung akan kagum dengan tempat ini.

4. Lannia (★★★★★)

Di Pura ini anda akan melihat bangunan khas hindu berupa pura-pura dan jika pas waktunya maka akan ada umat hindu yang sedang sembahyang. Wisata ini cocok untuk anda yang suka dengan wisata budaya.

5. Dhanny (★★★★★)

Salah satu objek wisata yang bersejarah, tentang kebudayaan Bali. Lokasinya mudah dicari dan mudah terlihat, pas di pinggir jalan raya. Bersih, indah dan pemandangannya sangat menakjubkan. Halamannya sangat luas, cocok untuk liburan keluarga dan anak-anak. Banyak wisatawan asing yang juga menyukai object ini, karna mempunyai nilai sejarah tentang raja mengwi.

6. Demy De (★★★★☆)

Pura yang berada tidak jauh dari objek wisata alas kedaton dan dapat ditempuh 1 jam perjalanan dari Kuta ini telah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Pura Taman Ayun sangat asri dan sejuk dengan taman yang terawat baik serta rumput yang hijau di sepanjang jalan. Jika anda sedang berkunjung ke objek wisata alas kedaton tidak ada salahnya jika anda juga mampir ke tempat ini.

Itu dia informasi menarik seputar Pura Taman Ayun. Tertarik untuk mengunjungi destinasi yang satu ini da mengeksplorasi keindahannya? Segera hubungi Prima Bali Tour Services untuk mendapat insight dan informasi lebih banyak.

Air Terjun Gitgit: Pesona Keindahan Alam Bali yang Tak Terlupakan

Air Terjun Gitgit: Pesona Keindahan Alam Bali yang Tak Terlupakan

Bali, pulau eksotis di Indonesia, dikenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Salah satu daya tarik alam yang paling populer di pulau ini adalah air terjun. Terdapat banyak air terjun menakjubkan di Bali, dan salah satunya adalah Air Terjun Gitgit/Gitgit Waterfall. Air terjun ini terletak di desa Gitgit, kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang Air Terjun Gitgit, termasuk lokasi, harga, sejarah, daya tarik, dan review positif dari para pengunjung.

Sejarah Air Terjun Gitgit

Sejarah Air Terjun Gitgit memiliki akar yang dalam dalam budaya Bali. Nama “Gitgit” sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti “mencucurkan” atau “mengalir deras.” Air Terjun ini telah menjadi ikon alam yang penting di Bali selama beberapa dekade. Menurut cerita rakyat setempat, air terjun ini dikenal sebagai tempat yang diberkati oleh roh-roh air, dan oleh karena itu, dihormati dan dipuja oleh masyarakat setempat. Tempat ini sering digunakan sebagai lokasi untuk upacara keagamaan dan ritual, di mana masyarakat Bali datang untuk mempersembahkan penghormatan kepada roh alam dan mengambil air suci. Setiap tahun, ada perayaan yang melibatkan warga sekitar yang datang bersama untuk berdoa dan merayakan hubungan yang kuat antara manusia dan alam.

Gitgit Waterfall juga memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Hutan hujan tropis yang melingkupi air terjun ini adalah rumah bagi berbagai flora dan fauna, menjadikannya sebagai bagian penting dari lingkungan yang rentan. Selama bertahun-tahun, upaya pelestarian telah dilakukan untuk menjaga keaslian tempat ini, termasuk pengaturan akses pengunjung dan pemeliharaan alam sekitar. Sejarah dan nilai budaya Air Terjun ini telah menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata yang penuh makna di Bali, menggabungkan keindahan alam dengan kearifan lokal yang kaya.

Selain sejarahnya yang menarik, Air Terjun ini juga memiliki nilai budaya yang penting bagi masyarakat Bali. Tempat ini sering digunakan untuk melakukan upacara keagamaan dan pemujaan air oleh penduduk setempat. Air terjun ini dianggap sebagai sumber air yang suci, dan setiap tahunnya, masyarakat sekitar mengadakan ritual dan upacara di sekitarnya. Ini adalah salah satu cara agar Air Terjun suci ini tetap terjaga dan dihormati oleh masyarakat setempat.

Lokasi

Air Terjun Gitgit terletak sekitar 10 kilometer dari kota Singaraja, yang merupakan ibu kota Kabupaten Buleleng. Perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar ke Air Terjun memerlukan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dengan mobil. Jalan menuju air terjun ini akan membawa kamu melewati hamparan sawah hijau, desa-desa tradisional Bali, dan hutan tropis yang rimbun. Selama perjalanan, kamu akan merasakan keajaiban Bali yang tak tergantikan.

Setibanya di desa Gitgit, kamu harus berjalan sekitar 15-20 menit melalui jalan setapak yang indah. Perjalanan ke air terjun ini sendiri sudah merupakan pengalaman yang menarik, karena kamu akan melewati jembatan gantung dan melihat pemandangan alam yang menakjubkan sepanjang jalan. Jalan setapak ini memungkinkan kamu untuk merasakan keheningan dan ketenangan yang hanya dapat ditemukan di tengah alam liar.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Air Terjun Gitgit tergolong terjangkau. Biasanya, pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per orang, tergantung pada aturan dan tarif yang berlaku pada saat kunjungan. Sebagian besar pengunjung setuju bahwa harga tiket ini sebanding dengan pengalaman yang mereka dapatkan. Uang tiket ini sering digunakan untuk menjaga kebersihan dan keamanan area sekitar air terjun.

Selain biaya tiket, kamu juga mungkin akan menemui beberapa penjual souvenir dan pedagang makanan di sekitar area parkir. Membeli souvenir khas Bali atau mencicipi makanan lokal adalah cara yang baik untuk mendukung ekonomi lokal.

Daya Tarik

Air Terjun Gitgit
Foto: Gitgit Waterfall (maps.google.com/gitgitwaterfall)

Air Terjun Gitgit memiliki daya tarik alami yang tak terbantahkan. Keindahan air terjun yang megah dengan air jernih yang jatuh dari ketinggian menciptakan pemandangan yang luar biasa. Suara gemericik air yang tenang memberikan rasa ketenangan dan damai kepada pengunjung. Bebatuan besar dan vegetasi tropis di sekitarnya menambah keindahan tempat ini.

Air Terjun ini juga memiliki kolam alami di dasarnya, di mana kamu bisa berenang atau sekadar merendam kaki. Airnya segar dan murni, sehingga banyak pengunjung memanfaatkannya untuk berenang dan bersantai. Suasana yang tenang dan udara yang sejuk menjadikan air terjun ini sebagai tempat yang sempurna untuk berenang dan bersantai.

Selain itu, air terjun ini dikelilingi oleh hutan hujan tropis, yang membuatnya menjadi tempat yang sempurna untuk berjalan-jalan dan menjelajahi keindahan alam. Jika kamu beruntung, kamu mungkin juga bisa melihat beberapa burung dan hewan liar lainnya di sekitar area ini. Gitgit Waterfall adalah tempat yang cocok untuk para pecinta alam dan penggemar fotografi, karena pemandangannya begitu menakjubkan.

Review Positif Air Terjun Gitgit

Air Terjun Gitgit telah menerima banyak ulasan positif dari para pengunjung yang telah mengunjunginya. Mereka mengagumi keindahan alam yang memukau, suasana damai, dan pengalaman yang tak terlupakan. Berikut adalah beberapa kutipan dari review positif para pengunjung:

  •  “Air Terjun Gitgit adalah surga di Bali. Saya sangat terkesan dengan keindahannya. Ini adalah tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman.”
  • “Saya merasa begitu dekat dengan alam ketika saya berada di Air Terjun Gitgit. Suara air terjun dan kehijauan sekitarnya membuat saya merasa rileks dan damai. Saya merasa seperti berada di dunia yang berbeda.”
  • “Saya datang ke sini selama liburan saya di Bali, dan saya tidak menyesalinya sama sekali. Air Terjun Gitgit adalah salah satu tempat yang harus Anda kunjungi jika Anda berada di pulau ini.”
  •  “Saya suka mengambil foto di sini. Keindahan alamnya membuat setiap sudut menjadi potret yang sempurna. Saya bahkan melihat beberapa pengantin yang datang ke sini untuk sesi foto pre-wedding mereka. Air Terjun Gitgit adalah tempat yang cocok untuk menciptakan kenangan indah.”

Air Terjun Gitgit adalah salah satu permata alam tersembunyi di Bali yang patut dikunjungi. Keindahan alamnya, nilai budayanya, dan suasana damai membuatnya menjadi tempat yang sempurna untuk melarikan diri dari kehidupan sehari-hari dan menikmati keajaiban alam Indonesia. Jadi, jika merencanakan perjalanan ke Bali, pastikan untuk menyertakan Air Terjun Gitgit dalam daftar tujuan. Ini adalah tempat yang akan meninggalkan kesan mendalam dan kenangan tak terlupakan bagi siapa pun yang mengunjunginya.

Selamat berlibur!

Sejarah Pura Rambut Siwi, Wisata Religi Bali

Sejarah Pura Rambut Siwi, Wisata Religi Bali

Sejarah Pura Rambut Siwi, sebuah tempat suci di Bali yang dikenal dengan keagungannya, menghadirkan warisan sejarah dan kebudayaan yang kaya. Sebagai salah satu pura paling penting di pulau ini, Pura Rambut Siwi memiliki akar yang dalam dalam sejarah spiritual Bali. Mari kita eksplorasi sejarah dan makna penting Pura Rambut Siwi.

Pura Rambut Siwi adalah salah satu pura paling tua di Bali. Ini terletak di Desa Yeh Embang, Kabupaten Jembrana, yang terletak di pesisir barat daya Bali. Pura ini adalah tempat suci bagi umat Hindu Bali, dan khususnya dikenal dengan penghormatan kepada dewi laut, Dewi Rambut Siwi.

Dewi Rambut Siwi merupakan salah satu dewi yang sangat dihormati dalam agama Hindu Bali. Ia diyakini sebagai pelindung nelayan dan pelaut. Pemujaan terhadap Dewi Rambut Siwi memiliki akar yang dalam dalam budaya Bali dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat pesisir.

Sejarah Pura Rambut Siwi

Sejarah Pura Rambut Siwi
Foto: Sejarah Pura Rambut Siwi (maps.google.com/purarambutsiwi)

Sejarah Pura Rambut Siwi mencakup berbagai aspek budaya dan agama. Pura ini memiliki arsitektur yang khas, dengan ciri khas candi bentar (gerbang khas Bali) yang memukau. Selain itu, terdapat banyak patung dan relief yang menggambarkan cerita-cerita dari epik Hindu, seperti Mahabharata dan Ramayana.

Dikisahkan dalam mitologi kedatangan Mpu Dang Hyang Nirartha dari Jawa Timur ke Bali. Menurut Mpu Bhaskara Murti dari Geria Madu Sudana di kota Negara, saat Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi. Saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut. Kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau. Karena diharuskan, menyembahlah beliau di pura tersebut. Ternyata pura tersebut menjadi hancur berantakan. Karena demikian, penjaga pura akhirnya mohon maaf kepada Mpu Dang Hyang Nirartha.

Di samping itu penjaga pura memohon agar pura itu dikembalikan pada keadaan semula. Atas kawisesan Mpu Dang Hyang Nirartha, pura itu pun kembali utuh seperti sedia kala. Mpu Dang Hyang Nirartha mengambil sehelai rambut beliau diletakkan di pura tersebut untuk dijadikan sarana pemujaan di pura tersebut. Sejak itulah pura tersebut bernama Pura Rambut Siwi. Nama Rambut Siwi inilah yang lebih populer sampai saat ini.

Struktur Pura Rambut siwi

Struktur Pura Rambut siwi
Foto: Struktur Pura Rambut siwi (maps.google.com/purarambutsiwi)

Pura Luhur Rambut Siwi adalah kompleks pura yang terdiri dari sembilan pura suci, termasuk Pura Pesanggrahan yang terletak di sisi jalan utama. Pura Luhur Rambut Siwi, sebagai pura utama, berdiri dengan megah di puncak tebing yang menghadap ke pantai. Sedangkan, Pura Taman adalah pura pendamping yang berdiri di depannya.

Di puncak tebing yang sama dengan Pura Luhur Rambut Siwi, terdapat pura lainnya seperti Pura Gading Wani, Pura Melanting, Pura Penataran, dan Pura Dalem Ped. Di kaki tebing yang sejajar dengan pantai, terdapat Pura Segara, Pura Goa Dasar, dan Pura Goa Tirta.

Pura Goa Tirta adalah tempat di mana air suci diambil. Dalam bahasa Hindu Bali, air suci dikenal sebagai “tirta.” Bagian inti dari kompleks Pura Luhur Rambut Siwi ini adalah Pura Penataran dan Pura Luhur Rambut Siwi.

Pura lainnya termasuk Pura Pesanakan. Di pelataran utama Pura Luhur Rambut Siwi, terdapat beberapa bangunan suci seperti Padma, meru tumpang tiga yang didedikasikan untuk Ida Betara Pedanda Sakti Bawu Rawuh (Dang Hyang Nirartha), meru tumpang dua untuk Batari Dewa Ayu Ulun Danu, Pengayeng Betara Gunung Agung, Gedong, Taksu, palinggih Rambut Sedana, Peselang, serta beberapa bangunan suci lainnya.

Untuk memasuki lokasi pura ada tiga akses masuk yakni dari sisi utara, timur dan barat. Namun, jalan utamanya adalah lewat lapangan parkir utama di sisi sebelah barat, yang terpisah dari kompleks pura yang dipisahkan oleh sebuah sungai yang bermuara di pantai dekat pura. Para pengunjung pun diharuskan untuk meniti jembatan untuk bisa menyeberangi sungai ini. Dari situ, pengunjung tinggal naik tangga yang cukup terjal hingga masuk gerbang utama.

Wisata Pura Rambut siwi

Wisata Pura Rambut siwi
Foto: Wisata Pura Rambut siwi (maps.google.com/purarambutsiwi)

Jika kamu melakukan perjalanan ke arah Barat Bali atau menuju Pulau Jawa dari Denpasar, kamu akan menemukan Pura Pesanggaran, yang merupakan bagian dari kompleks Pura Luhur Rambut Siwi. Lokasi Pura Luhur Rambut Siwi sendiri terletak agak jauh dari jalan raya utama.

Pura ini berdiri di atas tebing yang menghadap ke pantai dan latar belakangnya adalah pemandangan indah dari Samudera Hindia. Suasana di sini sangat indah, damai, tenang, dan dipenuhi dengan aura spiritual. Oleh karena itu, tempat ini sering dijadikan lokasi ideal untuk meditasi dan merenung.

Secara administratif, Pura Luhur Rambut Siwi terletak di wilayah Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Karena berada di pinggir jalan raya utama Denpasar-Gilimanuk, banyak umat Hindu datang ke sini untuk bersembahyang dan memohon keselamatan sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Untuk memasuki daerah pura ini, kita perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 dan menyewa sarung seharga Rp10.000. Di dalam Objek Wisata Pura Rambut Siwi di Mendoyo Jembrana Bali bisa dibilang sebuah wisata religi yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :

  1. Area Parkir kendaraan
  2. Kamar mandi / MCK
  3. Tempat Istirahat
  4. Penginapan
  5. dll

Pesona Alam Taman Nasional Bali Barat

Pesona Alam Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat
Foto: Taman Nasional Bali Barat (maps.google.com)

Taman Nasional Bali Barat terletak di bagian barat dari pulau Bali di Indonesia. Taman nasional ini mempunyai luas 19.002,89 Ha yang terdiri dari kawasan terestrial seluas 15.587,89 Ha dan kawasan perairan selaus 3.415 Ha serta sebagai salah satu kawasan kawasan konservasi.

Secara geografis berada diantara 114º26′ – 114º35′ Bujur Timur dan 5º5′ – 5º13′ Lintang Selatan. Secara administratif lokasi kawasan Taman Nasional Bali Barat termasuk dalam Provinsi Bali, Kabupaten Jembaran dan Kabupaten Buleleng.

Taman Nasional Bali Barat terdiri dari berbagai habitat hutan dan sabana. Di tengah-tengah taman ini didominasi oleh sisa-sisa empat gunung berapi dari zaman Pleistocene, dengan gunung Patas sebagai titik tertinggi di tempat ini. Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi di taman nasional ini, seperti banteng, rusa, lutung, kalong dan aneka burung.

Taman Nasional ini merupakan tempat terakhir untuk menemukan satu-satunya endemik Bali yang hampir punah, Jalak Bali di habitat aslinya. Taman Nasional Bali Barat mempunyai potensi yang khas yaitu adanya spesies Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) yang merupakan spesies burung terlangka di dunia. Burung pesolek ini di alam jumlahnya tidak lebih dari empat ekor saja.

Beberapa potensi sumber daya alam lainnya yang menarik bagi penelitian dan rekreasi, diantaranya satwa banteng (Bos Javanicus), hutan alam murni Sawo kecik (Manilkara kauki), hutan mangrove, biota laut, sumber air panas alami, panorama alam hutan dan pantai serta objek peninggalan budaya.

Letaknya yang berada di pusat tujuan wisata (Pulau Bali), dan didukung oleh fasilitas baik akomodasi, transformasi maupun atraksi wisata budaya yang telah dikelola dengan baik, menjadikan taman nasional ini sangat menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Taman Nasional Bali Barat

Sejarah pembentukan Taman Nasional Bali Barat dimulai pada tahun 1947. Kala itu melalui Keputusan Dewan Raja-Raja di Bali Nomor E/1/4/7/47 pada tanggal 13 Agustus 1947 tentang penetapan kawasan Taman Pelindung Alam Bali yang mencakup kompleks Banyuwedang dengan luas 19.365,8 hektar.

Selanjutnya pada tahun 1970 keluar keputusan terkait status burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 40/Kpts/Um/8/1970 bahwa Jalak Bali dinyatakan sebagai hewan langka yang berstatus dilindungi.

Pada tanggal 14 Oktober 1982, kawasan Taman Nasional Bali Barat dideklarasikan pada saat kongres Taman Nasional sedunia dilangsungkan di Kota Denpasar, Bali. Hal ini sejalan dengan Surat Pernyataan Menteri Pertanian No.736/Mentan/X/1982.

Surat pernyataan tersebut menjelaskan bahwa kawasan dengan luas 77.727 Ha yang terdiri dari Cagar Alam seluas 2.250 Ha, Suaka Margasatwa Bali Barat seluas 19.558,5 Ha, Hutan Lindung seluas 55.312,5 Ha, serta wilayah perairan pantai seluas 6.280 Ha menjadi Taman Nasional Bali Barat.

Akhirnya pada tanggal 15 September 1995 Menteri Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 493/Kpts-II/95. Surat keputusan ini dikeluarkan dengan tujuan untuk mengukuhkan penetapan atas status dari kawasan Taman Nasional Bali Barat yang mempunyai luas 19.002,89 Ha.

Flora dan Fauna Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Barat Bali, Jalak Bali
Foto: Jalak Bali (balisafarimarinepark.com)

Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi berada di taman nasional ini, termasuk banteng, rusa, lutung, kalong dan aneka burung. Kawasan ini juga merupakan habitat asli satwa endemik yang menjadi ikon Pulau Bali yaitu burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi). Ahli burung asal Inggris Baron Stressmann menemukan burung Jalak Bali pada 24 Maret 1911.

Penemuan itu terjadi ketika Kapal Ekspedisi Malaku II yang mengangkut para peneliti terpaksa mendarat di Singaraja selama 3 bulan. Dia menemukan sebaran Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai Gilimanuk. Jumlahnya masih terbilang ratusan dan hidup berkelompok.

Tetapi, dari tahun ke tahun daerah sebaran burung pesolek yang juga disebut Curik Bali ini makin menyempit. Seiring jumlah populasinya yang kian susut, pelestarian Jalak Bali terus dipacu. Di Desa Sumber Klampok, salah satu desa penyangga taman nasional, pengunjung dapat melihat dari dekat kiprah para pegiat penangkaran Curik Bali itu.

Tak hanya dikenal berkat konservasi satwanya, Taman Nasional ini berada di dua kabupaten yaitu Jembrana dan Buleleng, sehingga menyimpan pesona lain. Kehidupan sosial budaya dari 13 etnis yang bermukim tak jauh dari kawasan Taman Nasional berpadu selaras dengan upaya pelestarian.

Taman Nasional ini terdiri dari beberapa tipe vegetasi, antara lain hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, sabana, koral, padang lamun, pantai berpasir, perairan laut dangkal dan dalam. Bagian tengah kawasan ini didominasi oleh sisa-sisa empat gunung berapi dari Zaman Pleistosen. Kini Gunung Patas merupakan titik tertinggi di tempat ini.

Lokasi

Secara geografis berada diantara 114º26′ – 114º35′ Bujur Timur dan 5º5′ – 5º13′ Lintang Selatan. Secara administratif lokasi kawasan Taman Nasional Bali Barat termasuk dalam Provinsi Bali, Kabupaten Jembaran dan Kabupaten Buleleng. NBB ini memiliki area seluas 77.000 Ha. Dari Kota Singaraja, TNBB berjarak sekitar 81 KM.

Areanya meliputi Semenanjung Prapat Agung, Pulau Menjangan, Banyuwedang, Teluk Terima, Tegal Bunder, Klatakan, dan Cekik. Akan tetapi, separoh kawasan Taman Nasional ini berada di Semenanjung Prapat Agung. Kawasan TNBB ini terdiri atas sabana, stepa, berbagai macam habitat hutan. Di tengah-tengah taman nasional ini, terdapat sisa-sisa gunung api purba dari zaman Pleistosen.

Harga Tiket

Untuk masuk ke TNBB ini wisatawan domestik hanya perlu membayar Rp. 10.000/orang dan Rp 20.000 untuk wisatawan asing. Sangat terjangkau bukan  untuk seukuran Taman Nasional yang fasilitasnya lengkap seperti ini?

Tetapi ini belum termasuk biaya retribusi dan aktivitas wisata di sana. Jika kamu ingin menikmati aktivitas wisata seperti snorkeling, diving, trekking, kamu bisa membayar lagi untuk bisa menikmati aktivitas tersebut. TNBB buka setiap hari mulai jam 08.00 – 18.00 WITA. Kamu bisa datang ke sini pagi hari sebelum matahari terik untuk bisa mengeksplorasi seluruh kekayaan potensi wisata alam di TNBB.

5 Rekomendasi Sunset Spot Eksotis di Bali

5 Rekomendasi Sunset Spot Eksotis di Bali

Sunset Spot Bali
Foto: Sunset Spot Bali (maps.google.com)

Salah satu daya tarik pariwisata Bali terletak pada objek wisata pantai, terutama tempat wisata pantai yang memiliki pasir putih. Banyak wisatawan bilang, kalau liburan ke Bali tidak mengunjungi pantai Kuta Bali, maka tidak terasa liburan di Bali.

Hal yang membuat pantai Kuta menjadi destinasi wisata pantai favorit wisatawan Indonesia, karena banyak tersedia hotel murah dan mewah yang berdekatan dengan pantai. Mencari tempat makan dan tempat nongkrong di sekitar area pantai Kuta ada banyak. Pemandangan sunset di pantai Kuta, masuk salah satu yang terbaik di Bali.

Jika kamu berfikir untuk mencari alternatif tempat wisata pantai di Bali yang bagus untuk pemandangan sunset, pasti akan bertanya! Apakah hanya pantai Kuta lokasi melihat sunset terbaik di Bali? Jawabannya tidak! Pulau Bali memiliki banyak objek wisata pantai yang menawarkan pemandangan indah sunset

5 Sunset Spot Terbaik di Bali

1. Pantai Jimbaran

Pantai Jimbaran
Foto: Pantai Jimbaran (maps.google.com/pantaijimbaran)

Pantai Jimbaran Bali sangat terkenal sebagai tempat makan malam romantis di Bali dengan menu seafood bakar. Lebih lanjut, makan di tepi pantai Jimbaran biasanya disukai pasangan bulan madu serta wisatawan yang liburan keluarga ke Bali.

Pantai Jimbaran juga menyediakan tempat makan di tepi pantai, menyajikan menu seafood bakar, dengan sambal khas Jimbaran Bali. Tempat makan di tepi pantai Jimbaran atau lebih familiar di sebut dengan nama cafe seafood bakar Jimbaran, lebih ramai di kunjungi wisatawan saat sore hari. Karena pengunjung dapat menikmati makan malam tepi pantai Jimbaran sambil melihat pemandangan sunset.

Wisata Pantai Jimbaran Bali terletak di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Jimbaran merupakan kawasan wisata yang berada di Bali bagian barat daya. Lokasi ini menghubungkan antara Pulau Bali bagian tengah dengan semenanjung bukit di Bali bagian selatan.

2. Pura Uluwatu

5 Sunset Spot, Pura Uluwatu
Foto: Pura Uluwatu (maps.google.com/purauluwatu)

Pura Uluwatu salah satu objek wisata terkenal di Bali, menawarkan pura dengan lokasi unik, yang berada di pinggir tebing tinggi dengan pemandangan hamparan samudra selatan. Selain sebagai objek wisata, di kawasan luar pura Uluwatu terdapat lokasi pementasan tarian Kecak yang lebih familiar dengan sebutan tari kecak Uluwatu Bali.

Jika kamu menonton tari kecak Uluwatu, maka dari tempat menonton ini adalah lokasi terbaik melihat pemandangan sunset di Uluwatu Bali. Karena menggabungkan antara pementasan tari Kecak Bali dengan latar belakang sunset, membuat pemandangan sunset di Uluwatu Bali sangat terkenal sampai mancanegara.

3. Pantai Kelan

5 Sunset Spot, Pantai Kelan
Foto: Pantai Kelan (maps.google.com/pantaikelan)

Pantai Kelan Bali berada di sebelah selatan Airport Ngurah Rai Bali. Karena lokasi pantai Kelan berdekatan dengan airport Ngurah Rai, pada saat kamu mengunjungi pantai Kelan, akan dapat melihat pemandangan pantai, bersamaan dengan pesawat terbang landing atau take-off. Apalagi saat musim ramai di Bali yaitu di bulan Agustus dan Desember, hampir setiap 5 menit akan terlihat pesawat landing atau take off dari pantai Kelan Bali.

Destinasi wisata pesisir ini menambah jajaran pantai cantik di kawasan Bali Selatan yang layak dikunjungi. Wisatawan akan menikmati keindahan pasir pantai, pemandangan, serta suasana matahari terbenam yang menenangkan. Apa lagi pantai ini memiliki air laut yang masih jernih, sehingga sangat menyenangkan untuk dijadikan sebagai tempat bermain.

Suasana di destinasi wisata satu ini terbilang sangat tenang, sebab belum terkenal dan tidak memiliki banyak pengunjung. Kebanyakan pengunjung pantai ini adalah wisatawan yang menyukai surfing karena ombaknya mendukung.

4. Pantai Dreamland

5 Sunset Spot, Pantai Dreamland
Foto: Pantai Dreamland (maps.google.com/pantaidreamland)

Pantai Dreamland sangat terkenal di kalangan wisatawan Indonesia dan sebagian besar wisatawan mancanegara, selesai liburan dari objek wisata Garuda Wisnu Kencana akan singgah ke pantai Dreamland.

Dreamland merupakan seruas pantai kecil berpasir putih yang dikelilingi tebing batu karang yang tinggi. Dibandingkan pantai-pantai di sekeliling Kota Denpasar, pantai ini terasa lebih sunyi dan tidak terlalu dipadati oleh wisatawan. Hal ini membuat Pantai Dreamland cocok sebagai tempat bersantai dan menikmati deburan ombak, di tengah buaian angin pantai yang melenakan.

Pasir pantai berwarna putih bersih dengan butiran yang sedikit kasar, sangat cocok untuk tempat bersantai apalagi tersedia tempat penyewaan sundeck dengan payung. Letak pantai Dreamland Bali yang menghadap ke barat, membuat pantai Dreamland menjadi salah satu spot terbaik untuk melihat pemandangan matahari terbenam dari tepi pantai.

5. Pantai Mesari Seminyak

Pantai Mesari Seminyak
Foto: Pantai Mesari Seminyak (maps.google.com/pantaimesariseminyak)

Salah satu kawasan pantai pasir putih di Seminyak yang paling ramai dengan pengunjung terutama di sore hari, ada di pantai Mesari Seminyak. Nama lain dari pantai Mesari adalah pantai Double Six. Selain di pantai Mesari anda juga dapat mengunjungi pantai Petitenget Seminyak.

Banyak sekali tempat nongkrong di tepi pantai yang dapat langsung melihat sunset. Terutama La Planca Beach Restaurants, karena memiliki tempat duduk tepi pantai yang warna-warni dan terlihat sangat asik dan unik. Hanya perlu budget ekstra untuk nongkrong disini.

Selain tempat nongkrong tepi pantai yang sangat bagus, pantai Mesari Seminyak memiliki lebar pantai yang luas serta landai. Walaupun tiap sore ramai dengan kunjungan wisatawan, karena pantai Mesari sangat luas, jadi masih nyaman untuk dikunjungi.