Prima Bali

logo prima bali
Perjanjian yang Dilakukan Lebih dari Dua Negara adalah Perjanjian

Perjanjian yang Dilakukan Lebih dari Dua Negara adalah Perjanjian

Perjanjian yang dilakukan oleh lebih dari dua negara disebut perjanjian multilateral. Ini adalah persetujuan tertulis antarnegara. Perjanjian diatur oleh hukum internasional.

Perjanjian multilateral sangat penting. Ia membantu mengatur kerja sama internasional. Juga, merancang upaya bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Intisari Utama

  • Terdapat dua jenis : perjanjian bilateral dan perjanjian multilateral1
  • Perjanjian bilateral melibatkan 2 subjek hukum internasional (negara)1
  • Perjanjian multilateral melibatkan 3 atau lebih subjek hukum internasional (negara)1
  • Sekitar 550 dijadikan depository oleh PBB1
  • Perjanjian multilateral biasanya dibuat dalam satu dokumen, namun bisa juga dalam bentuk pertukaran dokumen1

Pengertian Perjanjian Internasional

Perjanjian internasional adalah kesepakatan antarnegara yang tertulis.2 Kesepakatan ini diatur oleh hukum internasional, seperti yang telah didefinisikan dalam Konvensi Wina 1969.2

Sebagai sumber utama hukum internasional, pentingnya perjanjian internasional ditegaskan di Pasal 38 ayat (1) huruf a Statuta Mahkamah Internasional.2

Definisi Perjanjian Internasional

Menurut Konvensi Wina 1969, perjanjian internasional adalah kesepakatan tertulis antarnegara.2 Ini diatur oleh aturan hukum internasional, bisa hanya dalam satu dokumen atau lewat beberapa dokumen yang terhubung.2

UU RI No. 24 Tahun 2000 mendefinisikan perjanjian ini sebagai kesepakatan yang menciptakan hak dan kewajiban di hukum publik.2 Ia terjadi dalam bentuk tertulis dan berlaku secara internasional.2

Sumber Hukum Perjanjian Internasional

Di bawah Pasal 38 ayat (1) huruf a Statuta Mahkamah Internasional, perjanjian internasional disebut sumber hukum utama.2 Mochtar Kusumaatmadja menyatakan bahwa perjanjian membuat efek hukum tertentu.2

Oppenheimer-Lauterpacht juga memandangnya sebagai kesepakatan yang menciptakan kewajiban dan hak.2

Jenis-Jenis Perjanjian Internasional

Jenis perjanjian internasional dibagi jadi dua, yaitu bilateral dan multilateral. Bilateral melibatkan 2 subjek hukum,1 sedangkan multilateral melibatkan 3 atau lebih.1

Perjanjian bilateral bisa menggabungkan banyak negara atau organisasi,1 sedangkan multilateral melibatkan 3 atau lebih negara.1 Contoh bilateral yang diratifikasi Indonesia adalah UU 4/2010,1 sementara multilateral adalah UU 7/2006 tentang ratifikasi Konvensi PBB Anti Korupsi.1

Treaty Handbook dan Practice Guide to International Treaties memberi info penting tentang jenis perjanjian.1 Statuta Mahkamah Internasional dan Konvensi Wina 1969 jadi dasar hukum perjanjian.1

UN berperan sebagai depository lebih dari 550 perjanjian internasional.1

Jenis Perjanjian Internasional Definisi Contoh
Perjanjian Bilateral Perjanjian antara dua pihak negara3 Perjanjian antara Indonesia dan Malaysia mengenai perlindungan tenaga kerja pada tahun 20043
Perjanjian Multilateral Perjanjian yang melibatkan lebih dari dua negara3 Konvensi Wina Tahun 1961 mengenai hubungan diplomatik, dan Konvensi Jenewa Tahun 1949 tentang perlindungan korban perang3

Dengan memiliki berbagai nama dan bentuk, perjanjian internasional menunjukkan bentuk kerjasama yang berbeda.4 Ini termasuk perjanjian bilateral dan multilateral.4 Perjanjian bilateral menyelesaikan hubungan dua belah pihak,4 sedangkan multilateral melibatkan lebih dari dua pihak, termasuk perjanjian regional dan universal.4

Jenis perjanjian internasional juga menunjukkan variasi nama dan jenisnya. Ini termasuk treaty, convention, agreement, dan banyak lagi.4

Perjanjian Bilateral

Perjanjian Bilateral

1 Perjanjian bilateral melibatkan minimal 2 subjek hukum internasional. Ini biasanya antara negara-negara. Mereka melakukan perjanjian dengan kapasitas hukum internasional.3 Dalam hal ini, perjanjian dilakukan antara dua negara saja.

Pengertian Perjanjian Bilateral

Perjanjian ini adalah kesepakatan antara dua negara. Dibuat dalam bentuk instrumen yang mendapat tanda tangan dari kedua belah pihak.3 Aturannya hanya berlaku bagi kedua negara yang membuatnya.

Contoh Perjanjian Bilateral

1 Misalnya, perjanjian tentang batas laut wilayah antara Indonesia dan Singapura di Selat Singapura bagian barat. Perjanjian ini diatur oleh UU 4/2010.3 Ada juga perjanjian antara Indonesia dan Malaysia soal perlindungan tenaga kerja pada tahun 2004.

Perjanjian yang Dilakukan Lebih dari Dua Negara yaitu Perjanjian Multilateral

Perjanjian multilateral dibuat oleh 3 atau lebih negara. Biasanya, dokumen ini dibuat dalam satu lembar. Namun, ada juga yang dilakukan lewat pertukaran surat.

Pada perjanjian multilateral, ada yang namanya ‘depository’. Ini bisa jadi sekretariat suatu organisasi.1

Definisi Perjanjian Multilateral

Perjanjian multilateral melibatkan 3 negara atau lebih. Masing-masing negara punya wewenang hukum untuk ikut tanda tangan.

Sopananya, perjanjian ini dicatat dalam satu instrumen. Tapi, jika negaranya sedikit, mungkin ada pertukaran dokumen.1

Prosedur Pembuatan Perjanjian Multilateral

Perjanjian multilateral dibahas dalam konferensi internasional. Konferensi itu dihadiri oleh lebih dari dua negara.

Ada depository untuk menyimpan perjanjian. Biasanya, depository ini adalah sekretariat sebuah organisasi internasional.1

Contoh Perjanjian Multilateral

Indonesia ikut serta dalam Konvensi PBB Anti Korupsi. Konvensi ini disahkan melalui UU Nomor 7 Tahun 2006.1

Contoh lainnya adalah Konvensi Wina 1961 dan Konvensi Jenewa 1949. Konvensi ini membahas perlindungan korban perang.3

Peran Perjanjian Internasional

Perjanjian internasional sangat penting untuk menjaga hubungan antar negara. Mereka membahas banyak hal, seperti batas wilayah dan kerja sama ekonomi.2 Juga, mereka menjadi dasar hukum untuk menyelesaikan masalah seperti sengketa batas.2

Pengaturan Hubungan Antarnegara

Perjanjian internasional membantu mengelola hubungan antar negara. Ini bisa dalam bentuk bilateral dengan hanya 2 negara, atau multilateral melibatkan banyak negara.2 Misalnya, Indonesia dan Singapura membuat perjanjian tentang batas laut mereka untuk menjaga hubungan baik.1 Perjanjian multilateral biasanya mencakup lebih dari dua negara dan mereka menetapkannya dalam satu dokumen.1

Penyelesaian Sengketa Internasional

Perjanjian internasional sering digunakan untuk menyelesaikan sengketa antarnegara.2 Mereka memberikan aturan yang bisa diterapkan saat terjadi konflik. Contoh, perjanjian tentang batas wilayah bisa membantu menyelesaikan masalah perbatasan.2

Proses Ratifikasi Perjanjian Internasional

proses ratifikasi perjanjian internasional

Setelah perjanjian internasional disepakati, negara-negara yang ikut harus melalui proses tertentu.5 Mereka harus memastikan perjanjian tersebut sudah berlaku di dalam hukum mereka. Ratifikasi adalah cara hukum untuk mengikatkan suatu negara pada perjanjian baik yang baru maupun yang sudah lama.

Di berbagai tempat, cara untuk meloloskan perjanjian ke hukum setempat bisa berbeda-beda. Contohnya di Indonesia, kita biasanya menggunakan legislasi khusus atau keputusan presiden.5 Sebelum perjanjian diratifikasi, ada serangkaian tahapan seperti negosiasi dan lobi. Hal ini sangat penting dan dianggap langkah awal sebelum perjanjian benar-benar menjadi resmi.

Cara negara menunjukkan setuju mereka pada suatu perjanjian juga bisa beragam. Mereka mungkin ratifikasi, aksesi, atau setuju dengan cara lain. Semua ini sesuai dengan apa yang disepakati dalam perjanjian dan undang-undang yang berlaku.5 Aturan Wina tentang Hukum Perjanjian menjelaskan hal tersebut. Jika perjanjian melibatkan berbagai negara atau organisasi, aturan ini juga berlaku.

Penting untuk mengerti seluk beluk perjanjian internasional. Ini termasuk proses negosiasi, penandatanganan, dan kemudian ratifikasi.5 Menurut undang-undang internasional, ratifikasi suatu perjanjian menunjukkan keseriusan suatu negara dalam mematuhinya.

Proses ratifikasi ini sangat berpengaruh dalam hukum dan hubungan internasional. Ia membantu menetapkan aturan bagi suatu negara dan orang-orangnya.5

Konvensi Wina 1969

Konvensi Wina 1969 mengatur tentang perjanjian antarnegara. Ini didefinisikan sebagai kesepakatan tertulis antara negara.1 Konvensi ini menjadi pedoman di bidang hukum internasional.1

Ketentuan dalam Konvensi Wina 1969

Konvensi memberikan kerangka hukum yang luas.1 Ia membedakan perjanjian antarnegara menjadi dua: bilateral dan multilateral.1 Perjanjian bilateral melibatkan dua negara. Sementara perjanjian multilateral melibatkan lebih dari dua negara.1

Menurut Konvensi, perjanjian multilateral bisa dalam satu dokumen atau lewat pertukaran. Itu tergantung pada banyaknya negara yang terlibat.1 Konvensi juga mengatur tentang depository untuk simpan perjanjian. Biasanya, organisasi internasional seperti PBB menangani ini.1

Kedudukan Konvensi Wina 1969

Konvensi Wina 1969 sangat penting di hukum internasional.1 Ia jadi pedoman penting dalam membuat perjanjian, baik bilateral maupun multilateral.1 Konvensi ini juga dasar bagi negara untuk buat undang-undang sesuai perjanjian internasional. Misalnya, UU No. 7/2006 tentang Konvensi PBB Anti Korupsi di Indonesia.1

Perjanjian Internasional yang Diratifikasi Indonesia

Indonesia telah menandatangani banyak [perjanjian internasional yang diratifikasi indonesia]. Ini termasuk perjanjian antar negara, baik yang bersifat dua pihak maupun banyak pihak.6 Perjanjian internasional adalah kesepakatan tertulis antara negara. Kesepakatan ini memiliki dasar hukum internasional menurut Konvensi Wina 1969.6

7 Dalam bidang perdagangan, Indonesia telah menandatangani 9 perjanjian dengan negara lain. Delapan diantaranya sudah disahkan dan berjalan. Satu lagi masih menunggu persetujuan.7 Contoh perjanjian yang telah dijalankan adalah dengan Singapura tentang batas laut wilayah keduanya.

7 Ada juga perjanjian lain yang berkaitan dengan perdagangan. Seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia – Jepang. Juga ada dengan Pakistan, Palestina, Chili, Australia, Eropa, Mozambik, dan Korea Selatan.7 Indonesia sedang berusaha menyelesaikan perjanjian dengan Uni Emirat Arab.

Sejak itu, ada berbagai protokol tambahan yang telah ditambahkan ke beberapa perjanjian. Contohnya adalah perubahan dalam perjanjian dengan Pakistan dan Chili.7 Indonesia sedang menyelesaikan tiga perjanjian baru dengan Uni Eropa, Bangladesh, dan Iran.7

7 Untuk meningkatkan perdagangan, penting melakukan evaluasi terhadap perjanjian yang sudah ada.7 Selain itu, rencananya Indonesia akan mengembangkan pasar di Afrika dan Amerika Latina. Ini dilakukan dengan menegosiasikan perjanjian baru dengan negara-negara di wilayah tersebut.7

6 Indonesia tidak hanya menjalani perjanjian bilateral. Negara ini juga telah meratifikasi perjanjian multilateral, seperti Anti Korupsi PBB. Ada juga Perjanjian Laut 1982.6 Dan jelas, Indonesia ikut serta dalam perjanjian iklim global di Paris 2015.

Kesimpulan

Perjanjian yang dibuat oleh lebih dari dua negara disebut multilateral. Ini adalah jenis perjanjian internasional. Selain itu, ada juga yang namanya perjanjian bilateral.3Perjanjian multilateral biasanya ada dalam satu dokumen. Dokumen itu disimpan oleh organisasi internasional tertentu. Organisasi itu membantu dalam pembuatan perjanjian.3Perjanjian antarnegara, termasuk yang bilateral atau multilateral, sangat penting. Mereka membantu mengatur hubungan negara. Juga membantu menyelesaikan konflik yang mungkin timbul.3

Indonesia sangat aktif dalam perjanjian internasional. Negara ini telah menyetujui banyak perjanjian. Ini menunjukkan keinginan Indonesia untuk berhubungan dan berkolaborasi dengan negara lain di seluruh dunia.3Mengerti tentang perbedaan dan peran perjanjian ini penting. Melalui pemahaman ini, kita bisa tahu betapa esensialnya perjanjian dalam diplomasi antarnegara.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan perjanjian multilateral?

Perjanjian multilateral melibatkan 3 atau lebih negara. Mereka membuat kesepakatan bersama. Kesepakatan ini bisa berbentuk satu dokumen atau lewat pertukaran dokumen.

Apa saja contoh perjanjian multilateral yang telah diratifikasi Indonesia?

Indonesia mengikuti Konvensi PBB Anti Korupsi sebagai salah satu contoh. Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memerangi korupsi.

Bagaimana proses ratifikasi perjanjian internasional?

Negara-negara setuju terlebih dahulu. Lalu, mereka melakukan proses ratifikasi. Ini membuat perjanjian menjadi hukum resmi sesuai undang-undang negara masing-masing.

Apa peran perjanjian internasional dalam penyelesaian sengketa internasional?

Perjanjian internasional seperti bahan hukum. Mereka digunakan untuk menyelesaikan perselisihan antar negara. Ini membantu mencapai perdamaian dan keadilan.

Apa yang diatur dalam Konvensi Wina 1969 terkait perjanjian internasional?

Konvensi Wina 1969 menjelaskan tentang perjanjian internasional. Ia mendefinisikan perjanjian sebagai kesepakatan tertulis yang berlaku dalam hukum internasional.

Link Sumber

  1. https://www.hukumonline.com/klinik/a/perjanjian-bilateral-dan-multilateral-lt623072800ead3/
  2. https://fisip.uai.ac.id/wp-content/uploads/downloads/2014/02/HUKUM-PERJANJIAN-INTERNASIONAL-Part-1.pdf
  3. https://www.kompas.com/skola/read/2022/04/20/070000669/pengertian-perjanjian-bilateral-dan-multilateral
  4. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/jenis-jenis-perjanjian-internasional-beserta-contohnya-2216fjnbJKZ
  5. https://www.hukumonline.com/klinik/a/tahapan-perjanjian-internasional-cl4997/
  6. https://nasional.kompas.com/read/2022/07/20/03000051/contoh-perjanjian-internasional-yang-diratifikasi-indonesia?page=all
  7. https://setkab.go.id/perkembangan-perjanjian-perdagangan-bilateral-antara-indonesia-dengan-negara-mitra/