Prima Bali

logo prima bali

5 Art Studio di Bali Yang Wajib Dikunjungi Penggila Seni

5 Art Studio di Bali Yang Wajib Dikunjungi Penggila Seni

Foto: Art Studio di Bali (freepik.com)

Pulau sejuta seni tampaknya cocok untuk bali, mengingat semua yang berhubungan dengan seni, mulai dari tarian, lukisan, musik, dan budaya. Semuanya menjadi bagian dari “Pulau Dewata” ini.

Pulau ini bukan hanya sekedar destinasi wisata, tetapi juga museum yang memamerkan kekayaan seni dan budaya Indonesia secara menyeluruh. 5 art studio di Bali ini menjadi pusat pameran seni terbaik sendiri dilokasinya.

Dengan banyaknya kekayaan seni tersebut, maka bukan tidak mungkin banyak wisatawan yang ingin berkunjung untuk mengunjungi tempat-tempat seni di bali. Jika kalian ingin merasakan pesona seni Bali secara lebih dekat, berikut adalah beberapa tempat yang tak boleh dilewatkan.

Melihat beberapa karya seni lokal akan membuka mata dan hati kalian untuk memahami Bali dari sudut pandang yang lebih dalam. Berikut 5 art studio di Bali:

Bali Art Center

Art Studio di Bali Taman Werdhi Budaya Art Centre
Foto: Taman Werdhi Budaya Art Centre (maps.google.com)

Bali Art Center Denpasar, atau Taman Budaya Bali, bukan hanya sebuah bangunan megah, tetapi juga jantungnya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Bali. Atas inisiatif mantan Gubernur, Ida Bagus Mantra, kompleks seluas 5 hektar ini dibentuk untuk memukau para wisatawan dan penikmat seni.

Dengan arsitektur tradisional Bali yang memikat, bangunan-bangunan yang kokoh dan taman yang indah menciptakan atmosfer yang mengagumkan. Area taman yang dilengkapi dengan anak sungai menambahkan sentuhan alami yang mempesona.

Bali Art Center Denpasar tidak hanya sekedar destinasi wisata, melainkan juga pusat seni yang terbagi menjadi beberapa kompleks bangunan menarik. Dari bangunan suci seperti Pura Taman Beji hingga kompleks bangunan ramai dengan Panggung Terbuka Ardha Candra, setiap elemen memancarkan kekayaan seni dan budaya.

Pesta Kesenian Bali yang rutin diadakan di sini menjadi sorotan tahunan, menyajikan beragam pertunjukan seni dan pameran kreativitas lokal hingga internasional.

Jam buka dari Art Centre ini adalah setiap hari Senin – Kamis pukul 08.00 – 14.00 WITA, untuk hari Jumat – Minggu buka mulai pukul 08.00 – 12.00 WITA. Jika even Pesta Kesenian Bali diselenggarakan tempat ini tidak pernah tutup dan akan buka hingga pukul 22.00 WITA.

Untuk hari libur nasional Art Centre akan tutup. Beragam keseruan dapat anda saksikan di Art Centre Bali ini. Bagi kalian yang ingin menikmati beragam kesenian tersebut kalian tidak akan dikenai biaya tiket masuk.

Agung Rai Fine Art Gallery

Art Studio di Bali Agung Rai Fine Art Gallery
Foto: Agung Rai Fine Art Gallery (maps.google.com)

Salah satu museum yang menjadi daya tarik di kota sejuta seni ini adalah Agung Rai Museum of Art (ARMA). ARMA, didirikan pada 9 Juni 1996 oleh Agung Rai, berfungsi sebagai tempat pameran lukisan, tetapi juga sebagai kompleks seni dan budaya yang luas.

Keunikan ARMA terletak pada visi Agung Rai untuk menciptakan tempat yang tidak hanya menjual atau memamerkan lukisan, tetapi juga menjadi pusat pengalaman budaya dan seni Bali yang menyeluruh.

Sebelum terwujudnya ARMA, Agung Rai memulai perjalanan dari profesi sebagai pedagang asongan hingga menjadi pemandu wisata di Ubud. Dari pengalamannya itu, ia belajar tentang seni lukis dan selera turis terhadap lukisan.

Dengan langkah yang gigih, Agung Rai merenovasi rumahnya menjadi homestay pada tahun 1973 dan mendirikan Agung Rai Fine Art Gallery di Peliatan, Ubud, pada tahun 1978.

Mimpi besar Agung Rai untuk menciptakan suatu tempat yang mencakup seni, budaya, dan alam Bali terwujud pada Museum ARMA, di mana pengunjung dapat mengeksplorasi keberagaman seni lukis dari pelukis ternama Indonesia dan mancanegara.

Museum ini berlokasi di daerah Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571. Agung Rai Fine Art Gallery buka setiap hari pukul 09.00-18.00 WITA. Harga tiket masuknya adalah Rp100 ribu/orang dan mendapatkan akses ke empat gedung pameran lukisan, tetapi juga dapat menikmati panggung terbuka, tempat belajar menari, kantor, toko buku, hotel, villa, kafe, restoran, spa, kolam renang, dan fasilitas lainnya.

Neka Art Museum

Art Studio di Bali Neka Art Museum
Foto: Neka Art Museum (maps.google.com)

Neka Art Museum, sebelumnya dikenal sebagai Neka Museum, menyajikan koleksi unik yang membedakannya dari museum lainnya. Terletak di Bali, koleksinya terdiri dari karya seniman asing yang terinspirasi oleh keindahan alam, kehidupan, dan budaya pulau ini.

Koleksi berkualitas ini bukan hanya menjadi sumber inspirasi, tetapi juga memberikan informasi, penelitian, dan pendidikan bagi pengunjung lokal dan internasional. Dengan fokus pada seniman, terutama di Bali, museum ini berperan dalam mengembangkan komunitas seni di tingkat nasional dan global.

Neka Art Museum, yang kini diakui sebagai institusi dengan standing internasional, berfungsi sebagai wahana untuk memahami lebih dalam seni dan budaya Bali. Melalui pameran dan koleksinya, museum ini mengajak para pengunjung untuk mendalami kekayaan seni pulau ini.

Diharapkan bahwa Neka Art Museum akan terus menjadi sumber inspirasi artistik untuk generasi mendatang, mengarahkan seniman dan pecinta seni untuk menjelajahi lebih lanjut tentang keunikan dan keindahan seni dan budaya Bali.

Neka Art Museum berada di Jalan Raya Sanggingan Campuhan, Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571. Museum buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WITA. Harga tiket masuknya adalah Rp 75.000 untuk dewasa, sementara anak dengan usia 12 tahun ke bawah tidak dipungut biaya.

Purpa Fine Art Gallery

Purpa Art Gallery
Foto: Purpa Art Gallery (maps.google.com)

Galeri Seni Rupa Purpa menawarkan koleksi seni kontemporer yang unik, mencakup karya seniman yang sudah mapan maupun yang sedang berkembang. Mereka mewakili sebagian besar seniman, tidak hanya seniman Indonesia, tetapi juga seniman dari berbagai negara yang tinggal atau menghabiskan waktu di Bali.

Dalam daftar seniman yang diwakili oleh galeri ini, terdapat nama-nama besar seperti Walter Spies, Antonio Blanco, Hans Snell, I Gusti Nyoman Lempad, Miguel Covarrubias, Arie Smit, Krijono, dan banyak lainnya yang prestasinya kini diakui secara global.

Galeri Seni Rupa Purpa memiliki tujuan yang jelas, yaitu membina hubungan jangka panjang dengan seniman-seniman ini, memberikan dukungan melalui pameran di galeri, serta memastikan karya-karya mereka menjadi bagian dari koleksi-koleksi terkemuka.

Galeri ini tidak hanya berperan sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai agen yang membantu seniman-seniman dalam perjalanan karier mereka. Fokusnya bukan hanya pada seniman-seniman yang telah terkenal, melainkan juga pada mereka yang sedang membangun karier menengah dan baru.

Dengan semangat untuk menghadirkan karya-karya yang menginspirasi, menggembirakan, dan menarik perhatian pelanggan dari berbagai latar belakang, Galeri Seni Rupa Purpa menjadi destinasi yang menarik bagi pecinta seni yang ingin menjelajahi dan mendukung keberagaman seni kontemporer.

Purpa Fine Art Gallery berada di Jalan Mertanadi No.22B, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361. Galeri buka setiap hari mulai pukul 10.00-18.00 WITA. Bagi kalian yang ingin berkunjung ke tempat ini, kalian tidak akan dikenai biaya tiket masuk.

Pacifica Art Museum

Pacifica Art Museum
Foto: Pacifica Art Museum (maps.google.com)

Museum Pasifika, menjadi perwakilan seni dari berbagai wilayah di dunia dengan bangga menampilkan karya-karya maestro terkemuka. Diresmikan pada tahun 2006, memiliki luas mencapai 9.000 meter persegi dan didesain oleh arsitek terkenal Bali, Popo Danes. Bangunan ini terdiri dari 11 ruang pameran, paviliun , dan area kafe yang menawarkan pemandangan yang memikat.

Museum Pasifika secara khusus menampilkan karya seni dari wilayah Pasifik dan Asia Tenggara, dengan fokus utama pada seni dari kepulauan Indonesia, terutama Pulau Bali.

Dengan delapan paviliun dan sebelas ruang pameran, Museum Pasifika memanjakan pengunjungnya dengan berbagai tampilan koleksi yang berbeda. Ruangan di museum ini memiliki keunikan tersendiri, menampilkan karya-karya yang membawa pengunjung dalam perjalanan seni dan budaya yang tak terlupakan.

Museum Pasifika berlokasi di Complex Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Block P, Benoa, South Kuta, Badung Regency, Bali 80361. Museum Pasifika buka setiap hari dari pukul 10.00-18.00 WITA. Harga tiket yang ditawarkan beragam berdasarkan kategorinya.

Untuk pelajar SD, SMP, dan SMA, cukup membayar Rp5.000 per orang. Sementara, wisatawan domestik membayar Rp50.000 per orang. Sedangkan wisatawan internasional dikenakan biaya sebesar Rp75.000 per orang.

5 Art Studio di Bali ini, Kamu bisa memilih salah satu atau bahkan menjelajahi semuanya, karena masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Galeri Seni Rupa Purpa memikat dengan koleksi seni kontemporer yang mencakup seniman-seniman ternama dari berbagai negara.

Purpa Fine Art Gallery menjadi destinasi menarik untuk mengeksplorasi seni kontemporer yang menginspirasi. Sementara, Museum Pasifika di Nusa Dua memperkenalkan Kamu pada warisan seni dari berbagai wilayah dunia. Bali Art Center, sebagai pusat seni dan budaya di Denpasar, memberikan pengalaman holistik dengan pertunjukan seni, galeri, dan kegiatan budaya yang beragam.

Apapun pilihan Kamu, 5 Art Studio di Bali ini menawarkan perjalanan seni yang memuaskan, memperkaya, dan membuka mata Kamu terhadap keindahan dunia seni yang luar biasa.